1880 masl

1880 mdpl

2016 — 29 menit
Di tengah dilema tata ruang lahan yang tidak jelas, sepasang petani mencari alternatif untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya.
1880 masl
Akses film ini
Sekilas tentang film

Merah Jemang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Desa yang dikelilingi oleh area hutan lindung ini terbentuk karena program transmigrasi pada tahun 1997. Program ini mendatangkan penduduk dari Jawa yang notabene berprofesi sebagai petani. Sejak itu, masyarakat mengusahakan tanah yang disediakan untuk kepentingan pertanian. Namun, 19 tahun kemudian, masyarakat kebingungan karena tanah tidak lagi subur. Pengelolaan tanah harus menggunakan pupuk yang sangat banyak, jikalau tidak maka hasil panen akan berkurang. Tetapi, jika memakai pupuk, biaya produksi terus membengkak. Minimnya alternatif pilihan membuat petani mulai beralih ke opsi lain yaitu merambah area hutan lindung dan menjadikannya kebun kopi. Sepasang petani, Mursiti dan Supandi, meski awal enggan, mulai tertarik membuka lahan hutan agar dapat memenuhi kebutuhan anaknya untuk menyelesaikan jenjang sekolahnya.

Pemeringkatan UmurSU
Bahasa AsliJawa
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiAceh
Rumah ProduksiAceh Documentary
DistributorAceh Documentary
Kontakacehdocumentary@yahoo.com
Tim ProduksiAzhari, Munzir (Produser)Miko Saleh, Riyan Sigit Wiranto (Penata Kamera)Riyan Sigit Wiranto (Penata Gambar)
  • Zuli Aris Setiyanto (Supervisi Lokasi)
  • Jamaluddin Phonna (Produser Eksekutif)
  • Dinda Maulidia (Produser Lini)
  • Abdullah Syatari (Project Officer)
  • Amri Azooka, Suhiel, Fauzi Ulpa (Spesialis Produksi)
  • Nasrullah, Zikrullah (Asisten Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2024 — Lanskap | Seleksi Resmi
    • FFD 2016 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
      Rekam Jejak Festival
      • 2016 — Festival Film IndonesiaOfficial SelectionDokumenter Pendek
      • 2016 — Malang Film FestivalBest DocumentaryDokumenter Pendek
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPartisipatoris
      TemaAlam & Lingkungan, Politik & Kekuasaan
      TopikPerkebunan, Sistem Ekonomi, Ketidaksetaraan Ekonomi, Migrasi
      Mata Pelajaran RelevanAntropologi, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanAntropologi, Hukum, Kehutanan, Pemerintahan, Pertanian, Politik, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Sri Yatin
        DIbuat oleh seorang pelajar SMP, Sri Yatin berusaha memotret keadaan terdesak dan terhimpit hubungan antara orang lansia dengan ekonomi, pemerintah, dan keluarga yang dinyatakan sebagai 'Rantai Emas'.
      • Dwi Astuti
        Potret pekerja anak dalam industri rambut dan bulu mata palsu di Purbalingga.
      • Darwin Nugraha
        Katanya Indonesia adalah negara kaya, dan dalam UUD 1945 kekayaan alamnya akan dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.(*)