Agave Amica

Sedap Malam

2022 — 15 menit
ab
Editorial
Bunga sedap malam menjadi saksi senyap pemakaman massal di saat pandemi COVID-19.
Trailer Film
Sinopsis

Gelombang kematian massal akibat pandemi COVID-19 disampaikan dengan puitis dan sistematis di film ini. Ia memainkan jukstaposisi alur perjalanan tanaman sedap malam–tanaman yang biasanya dipakai saat berziarah–dengan alur protokol pemakaman di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta Timur. Tanaman tersebut dipanen, diikat, dirapikan dan dibawa ke kota lalu diletakkan di atas makam. Pemakaman demi pemakaman disiapkan, kubur digali dan peti jenazah diturunkan oleh orang-orang dengan pakaian putih berstandar protokol kesehatan. Dibangun dengan ritme repetitif, film ini menggambarkan senyap-senyap aktivitas yang berbaur dengan kematian massal yang terasa asing dan getir.

Pemeringkatan Umur

13+

Bahasa Asli

Indonesia, Sunda, Jawa

Takarir

English, Bahasa Indonesia

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

Full HD

Rasio Gambar

16:9

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.K.I. Jakarta

Rumah Produksi

Bosan Berisik Lab

Tim ProduksiCharlie Meliala (Produser)Gembong Nusantara (Penata Kamera)Helmi Nur Rasyid (Penata Gambar)Gembong Nusantara (Penata Suara)Gembong Nusantara (Penulis)
  • Zidan Rizieq (Koreksi Warna)
  • Reyhan Solichin (Asisten Koreksi Warna)
  • Yabes Yuniawan Sagrim (Perancang Suara)
  • Gita Zamandora, Indra Sukmana (Manajer Paska Produksi)
  • Di Studio, Studio Pelangi (Paska Produksi)
Edisi Festival
  • FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
Rekam Jejak Festival
  • 2022 — Visions du RéelOfficial SelectionMardi Programme du jour
Foto Film
Gaya Dokumenter

Puitis

Tema

Manusia & Masyarakat, Alam & Lingkungan, Sejarah

Topik

COVID-19, Penyakit, Kesehatan Fisik, Perkebunan, Pemakaman

Mata Pelajaran Relevan

Biologi, Sejarah, Sosiologi

Mata Kuliah Relevan

Biologi, Kedokteran, Pertanian, Antropologi, Sejarah, Sosiologi

Film dalam set tema yang sama

  • kOsOng, No One Inside

    Chonie Prysilia, Hizkia Subiyantoro
    Melalui animasi, film ini memvisualisasikan cerita yang cukup enggan dibicarakan oleh perempuan yang sudah menikah perihal anak keturunan, dari sudut pandang mereka sendiri.
  • I Dream of Jakarta

    Opan Rinaldi
    Remaja perempuan bercita-cita bekerja di Jakarta untuk memperbaiki keadaan hidupnya.
  • Watu Bike

    Agustinus Saputra
    Bagaimana kehidupan para penambang batu? (*)

Tertarik dengan film ini?

Segera hadir

Data film ada yang salah/kurang lengkap?

Ajukan Revisi

Catatan Pengelola

Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].