
Cipto Rupo

Nama Mbah Tjipto Setiyono (85) lekat dengan karya lukis sepatbor becak seantero Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kecintaan terhadap dunia seni tidak membuatnya menyerah dalam menggoreskan tinta lukis pada karya-karyanya di usia senja. Di kamar kos berukuran 3×3 meter persegi, ia hidup mandiri sambil terus ulet melukis selebor becak serta kitiran pesanan orang-orang.
Detail Film
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.

- Animasi biografi yang menyampaikan kebertahanan hidup, perasaan rindu, dan mimpi seorang pekerja migran.

- Tarian Kehidupan tidak hanya tentang tari dan ekonomi, ia juga mengandaikan tari sebagai gerak, tempo, dan energi yang diperlukan seorang remaja untuk berjuang dari hari-ke-hari.

- Sejarah, Seni, Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[326],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


