Dance of Life

2008 — 8 menit
Tarian kehidupan Marie-Christine Mouis bersama Ataxia, penyakit langka yang menyerang saraf motoriknya.
Dance of Life
Akses film ini
Sekilas tentang film

Bagi seorang penari, kemampuan motorik adalah kunci. Penari profesional adalah cerminan atau bukti dari manusia yang terus mengasah kemampuan motoriknya serta memiliki kontrol lebih atas gerak tubuhnya. Lalu apa yang terjadi bila seorang penari mulai kehilangan kendali atas tubuhnya?

Marie-Christine Mouis (51 tahun) pada masanya pernah menjadi seorang prima ballerina dunia. Karirnya terhenti ketika ia didiagnosa Ataxia, penyakit langka yang menyerang kontrol motorik tubuh. Meski demikian, roda kehidupan terus berjalan, tak terkecuali Marie-Christine yang kini juga menjadi ibu bagi anaknya.

Pemeringkatan umurSU
SutradaraIin Purwanti
Bahasa asliInggris
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarSD
Rasio4:3
Negara produksiAmerika Serikat
Rumah produksiSawunggue Films
DistributorSawunggue Films
Tim ProduksiIin Purwanti, Zaza A. Martohardjono (Penata Kamera)Iin Purwanti (Penata Gambar)
    Edisi Festival
    • FFD 2008 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaMasyarakat, Seni
      TopikTari, Kesehatan Fisik
      Mata pelajaran relevanSeni Budaya, Bahasa Inggris, Psikologi
      Mata kuliah relevanSeni Pertunjukan, Kedokteran, Psikologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Ima Puspita Sari
        Sepanjang film kita akan diajak untuk mengikuti perjalanan Wasis dalam upayanya membagkitkan program Jam Belajar Masyarakat yang sempat terhenti pasca-reformasi.
      • Erick Sutanto
        “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.
      • Glanz Dulang, Yesintia Tiku
        Adu kerbau dalam kebudayaan Toraja yang mengalami transisi perspektif yang signifikan.