Deathcrow48

2018 — 20 menit
ab
Editorial
Ulasan fandom seperti pengalaman suka-duka akibat prasangka orang awam, pemahaman tentang budaya Jepang, dan hubungan antar kelompok penggemar.
Sinopsis

Eric Crow adalah pria berumur 36 tahun yang merupakan pendiri dari Deathcrow48, basis penggemar kelompok idol Indonesia-Jepang JKT48. Sebagai penggemar JKT48, ia ingin tetap mempertahankan tradisi gerakan ‘light-stick’ (populer dikenal dengan wotagei atau otagei). Tujuan utamanya adalah memperkenalkan ‘wotagei’ ke masyarakat di Indonesia. Selama ini, ia dan teman-temannya acapkali mendapat cemoohan, tertawaan, ejekan, bahkan suatu waktu dilempari barang oleh orang awam karena wotagei yang mereka praktikan. Di tengah usahanya masa kini, ia juga diajak untuk berkompromi dengan penggemar yang lebih memilih cara membawa kamera dibandingkan ‘light-stick’. Tidak hanya berbicara tentang Deathcrow48, film ini juga memasukkan basis penggemar JKT48 lainnya seperti Kucruk Kawai Kyokai 48 (KKK48) dan Idolgrapher.

Pemeringkatan Umur

SU

Bahasa Asli

Indonesia

Takarir

English

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

Full HD

Rasio Gambar

16:9

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.K.I. Jakarta

Tim ProduksiAndi M. Alfayed (Penata Kamera)Faiz Hanief (Penata Gambar)M. Yoga Pangestu (Penulis)
  • M. Yoga Pangestu (Perekam Suara)
    Edisi Festival
    • FFD 2018 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2018 — Festival Film IndonesiaOfficial SelectionKategori Dokumenter Pendek
      Foto Film
      Gaya Dokumenter

      Ekspositoris

      Tema

      Manusia & Masyarakat

      Topik

      Anak Muda, Hobi, Komunitas, Subkultur

      Mata Pelajaran Relevan

      Sosiologi, Antropologi, Seni Budaya

      Mata Kuliah Relevan

      Antropologi, Pendidikan, Psikologi, Komunikasi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Students Filmmakers

        Nanda Taufik Hidayat
        Kabar para pemuda mantan pembuat film pelajar yang merenungkan kembali pengaruh sinema di kehidupan sosial.
      • Eating Time

        Erika Filiyani, Ikhwanto
        Salah satu sosok pekerja di balik layar yang bertugas memenuhi kebutuhan hewan karnivora di taman margasatwa di Jawa Tengah.
      • Silent in Boisterous

        Qurrata Ayuni, Geubri Al-Varez
        Di antara keriuhan serta keterdesakan masalah sehari-hari, seorang anak disabilitas bergerak dan merawat cita-citanya sebagai seorang penolong bagi orang lain.

      Tertarik dengan film ini?

      Segera hadir

      Data film ada yang salah/kurang lengkap?

      Ajukan Revisi

      Catatan Pengelola

      Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

      Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].