Golden Memories (Petite Histoire of Indonesian Cinema)

Melalui sebuah perjalanan bersama, tiga orang pembuat film menelusuri jejak film rumahan di Indonesia. Pencarian tersebut membawa mereka ke perjalanan yang penuh pertemuan dan kebuntuan. Rekaman karya Kwee Zwan Liang, anak pemilik pabrik gula di Cirebon, pada rentang 1927-1940 dan Rusdi Attamimi, pembuat film amatir dari tahun 1963, adalah petunjuk yang menuntun tiga orang pembuat film ini tidak hanya kepada pembahasan tentang budaya sinema keluarga, tetapi juga berkaitan dengan estetika dan fakta dari generasi ke generasi.
Detail Film
- Anggraeni Widhiasih, Yuki Aditya (Penerjemah)
- FFD 2018 — Kompetisi | Seleksi Resmi
- 2018 — Jogja Netpac Asian Film FestivalOfficial SelectionAsian Perspective
- 2018 — Arkipel – Jakarta International Documentary & Experimental Film FestivalOfficial SelectionPemutaran Spesial
Catatan Pengelola
Referensi yang bisa digunakan
Teks
Film dalam set tema yang sama
- Marnawi, sosok penjaga tradisi lengger lanang, yang telah menyaksikan pasang surut perjalanan tari lengger.

- Potret arus hidup pemuda dan cita-citanya dalam ruang sub-urban, sepuluh tahun setelah berakhirnya rezim Orde Baru.

- Apa itu Teater? Dengan gaya eksperimental, film ini berbicara tentang sejarah Teater Dinazti Jogja dan pendirinya, Fajar Suharno.

- Sejarah, Seni, Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[357],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="57" data-start="1" data-end="3">


