Invisible Hopes

2020 — 105 menit
Potret intim tentang keseharian para tahanan perempuan hamil dan tantangan yang mereka hadapi selama masa tahanan.
Invisible Hopes
Sekilas tentang film

Film ini memperlihatkan berbagai keseharian dan aktivitas tahanan perempuan di Rutan dan Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur. Selain harus menjalani hukuman, para tahanan dihadapkan dengan kondisi hidup yang tidak mendukung untuk membina bayinya. Mereka, beserta anaknya, hidup berdesakan di dalam bilik penjara yang sempit serta mendapatkan akses kesehatan yang kurang layak. Pemerintah dan pihak yang berwenang tidak bertanggung jawab atas kandungan dan anak yang dilahirkan selama masa tahanan; hal yang memperumit hidup para ibu dan anak yang sudah rentan.

Pemeringkatan umur17+
Bahasa asliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.K.I. Jakarta
Rumah produksiLam Horas Film
Tim ProduksiChamelia (Penata Kamera)Darwin Nugraha (Penata Gambar)Hadrianus Eko (Penata Suara)Lamtiar Simorangkir (Periset)
  • Charlie Meliala (Komposer)
    Edisi Festival
    • FFD 2021 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2021 — Festival Film IndonesiaBest DocumentaryFilm Dokumenter Panjang Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikAnak-anak, Isu Perempuan, Kesehatan Fisik, Kekerasan, Kebijakan Pemerintah
      Mata pelajaran relevanSosiologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Antropologi, Bahasa Indonesia, Broadcasting
      Mata kuliah relevanKedokteran, Hukum, Antropologi, Komunikasi, Pendidikan, Sosiologi, Psikologi, Kriminologi, Film dan Pertelevisian, Filsafat, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

      Film dalam set tema yang sama

      • Eko Fitri Yulyanto
        Hambatan dalam praktik bertani organik termasuk krisis regenerasi dan sertifikasi yang membebani petani.
      • Fathoni Nurkholis
        Sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang keindahan musik keroncong yang ditujukan oleh kesetiaan para pelaku seninya dalam melestarikan budaya asli Indonesia (*)
      • Bambang Rakhmanto, Ryo Hadindra Permana
        Komunitas Gorila ini terdiri dari berbagai macam latar belakang dan profesi yang berbeda-beda.(*)