
Jlegur

Bermodalkan pengetahuan sejarah, Pak Isuardi mencoba mengembangkan alat musik tradisional berupa Jidor, yang diberi nama Jlegur. Seniman pemilik padepokan Gunung Ukir ini meyakini bahwa musik Jlegur adalah sebagai musik perang peninggalan nenek moyang Kota Batu. Dengan mengenalkan kepada anak dan muridnya, Jlegur mulai diolah sebagai kolaborasi kesenian lain baik tradisional hingga kesenian modern. Meskipun tidak mendapat dukungan dari pemerintah, Pak Iswandi tetap berupaya untuk mengenalkan musik Jlegur kepada masyarakat luas sebagai budaya asli Kota Batu.(*)
Detail Film
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Dokumentasi yang menjelaskan satu per satu langkah ritual pemakaman di Bali semasa pandemi COVID-19.

- Penggalan kisah kehidupan dari transgender di Aceh.

- Televisi masuk desa, pesta pemakaman adat, seorang juru kamera lokal, ketiga hal tersebut dijalin menjadi satu dokumenter yang segar dalam mengamati kehidupan komunal di Toraja, Sulawesi Selatan.

- Masyarakat, Seni","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[2433],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


