kOsOng, No One Inside

kOsOng

2020 — 77 menit
abcd
Editorial
Melalui animasi, film ini memvisualisasikan cerita yang cukup enggan dibicarakan oleh perempuan yang sudah menikah perihal anak keturunan, dari sudut pandang mereka sendiri.
Trailer Film
Sinopsis

Dari latar belakang yang berbeda, lima perempuan yang tinggal di Jawa menceritakan pemikiran dan pengalamannya mengenai anak keturunan. Mengandung dan melahirkan seolah tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang istri. Isu dalam pernikahan heteroseksual ini begitu menyudutkan pihak perempuan akibat norma yang berlaku di sebagian besar masyarakat Indonesia. Tabir coba dibuka dengan menghadirkan serangkaian ungkapan, gelisah, kekesalan, trauma, yang sebelumnya terpendam dan dipendam.

Pemeringkatan Umur

17+

Bahasa Asli

Indonesia

Takarir

Bahasa Indonesia, English

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

2K

Rasio Gambar

16:9

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.I. Yogyakarta

Rumah Produksi

Hizart Studio

Tim ProduksiGilang Arik (Penata Gambar)
  • Amar Fatoni, Oktivani Anggia Rachmalitta (Animator)
    Edisi Festival
    • FFD 2021 — Lanskap | Seleksi Resmi
    • FFD 2020 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2021 — VOID Animation Film FestivalOfficial SelectionFeature Film
      • 2020 — Jogja Netpac Asian Film FestivalOfficial SelectionIndonesia Films Splash
      • 2020 — Luang Prabang Film FestivalOfficial SelectionFeatures
      Foto Film
      Gaya Dokumenter

      Ekspositoris

      Tema

      Politik & Pemerintahan, Manusia & Masyarakat, Seni

      Topik

      Hak Asasi Manusia, Isu Perempuan, Pernikahan, Seksualitas, Animasi

      Mata Pelajaran Relevan

      Sosiologi, Antropologi, Biologi, Animasi

      Mata Kuliah Relevan

      Kedokteran, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Sosiologi, Antropologi, Filsafat

      Film dalam set tema yang sama

      • The Nameless Boy

        Diego Batara Mahameru
        Di antara kerumunan orang dan kemarahan, film ini mengajak penonton untuk menilik kembali perkara kemerdekaan berbicara, kekerasan, dan partisipasi dari pantauan sederhana: mata anak kecil.
      • In Development

        Ivonne Kani
        Rentetan montase film ini secara halus menyentil sisi gelap pembangunan nan gemerlap kota metropolitan.
      • Teguh

        Riani Singgih
        Teguh merespon isu diskriminasi orientasi seksual dengan menggambarkan pasangan gay sebagai pasangan domestik yang manusiawi.

      Tertarik dengan film ini?

      Segera hadir

      Data film ada yang salah/kurang lengkap?

      Ajukan Revisi

      Catatan Pengelola

      Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

      Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].