kOsOng, No One Inside
kOsOng

Dari latar belakang yang berbeda, lima perempuan yang tinggal di Jawa menceritakan pemikiran dan pengalamannya mengenai anak keturunan. Mengandung dan melahirkan seolah tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang istri. Isu dalam pernikahan heteroseksual ini begitu menyudutkan pihak perempuan akibat norma yang berlaku di sebagian besar masyarakat Indonesia. Tabir coba dibuka dengan menghadirkan serangkaian ungkapan, gelisah, kekesalan, trauma, yang sebelumnya terpendam dan dipendam.
Detail Film
- Amar Fatoni, Oktivani Anggia Rachmalitta (Animator)
- FFD 2021 — Lanskap | Seleksi Resmi
- FFD 2020 — Kompetisi | Seleksi Resmi
- 2021 — VOID Animation Film FestivalOfficial SelectionFeature Film
- 2020 — Jogja Netpac Asian Film FestivalOfficial SelectionIndonesia Films Splash
- 2020 — Luang Prabang Film FestivalOfficial SelectionFeatures
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Film ini merekam ritual ibadah yang dijalankan oleh penganut aliran rohani Sapta Dharma.

- Pilihan hidup Misbach Yusa Biran yang menuntunnya kepada dunia pengarsipan film Indonesia.

- Saya ingin mengabarkan kepada masyarakat bahwa ada seorang seniman (seni murni) yang sudah banyak melalui proses kehidupan sebagai seorang seniman utuh, yaitu Bob Yudhita Agung yang mempunyai kepribadian yang sangat menarik. (*)

- Masyarakat, Seni","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[323],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="56" data-start="1" data-end="3">





