Mefa Jai Jau Fanai Mera Tofong

Film ini menceritakan kegiatan dan lika-liku karir seorang pelatih atletik di Kota Serui, Kepulauan Yapen, Papua yang bernama Benny Corputty. Baginya, menjadi pelatih atletik adalah panggilan hidup yang spiritual dan dijalani dengan sepenuh hati. Motto hidup Benny Corputty yaitu “mefa jai jau fanai mera tofong” yang berarti “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Motto ini menjadi landasannya dalam membimbing para atlet serta tetap gigih menghadapi hambatan termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dukungan dari pemerintah yang minim untuk mereka. Dengan suara renungan Benny Corputty yang dipadu dengan arsip serta montase stadion Marora tempat para atlet berlatih, film ini membawa penonton untuk merasakan napas juang dan dedikasi para tim atletik di Kota Serui.
Detail Film
- Erick Sutanto (Perekam Suara)
- Joel Christian (Penata Musik)
- Priskila Mambrasar (Produser Lini)
- Romario Rulando (Produser Unit Manajer)
- FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Dokumenter etnografi mengenai budaya agrikultur petani Dayak yang malah dianggap merusak hutan oleh perusahaan pendatang.

- Koreografi audio dan visual yang menginterpretasi kembali peradaban masa klasik di Tanah Jawa.

- Dengan latar pemilu 2009, di balik euforia demokrasi, film ini mempertanyakan apakah perubahan benar-benar terjadi, atau hanya pergantian wajah dalam lingkaran kekuasaan yang sama.

- Masyarakat, Sejarah","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[3962],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="56" data-start="1" data-end="3">





