
Mefa Jai Jau Fanai Mera Tofong

Film ini menceritakan kegiatan dan lika-liku karir seorang pelatih atletik di Kota Serui, Kepulauan Yapen, Papua yang bernama Benny Corputty. Baginya, menjadi pelatih atletik adalah panggilan hidup yang spiritual dan dijalani dengan sepenuh hati. Motto hidup Benny Corputty yaitu “mefa jai jau fanai mera tofong” yang berarti “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Motto ini menjadi landasannya dalam membimbing para atlet serta tetap gigih menghadapi hambatan termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dukungan dari pemerintah yang minim untuk mereka. Dengan suara renungan Benny Corputty yang dipadu dengan arsip serta montase stadion Marora tempat para atlet berlatih, film ini membawa penonton untuk merasakan napas juang dan dedikasi para tim atletik di Kota Serui.
Detail Film
- Erick Sutanto (Perekam Suara)
- Joel Christian (Penata Musik)
- Priskila Mambrasar (Produser Lini)
- Romario Rulando (Produser Unit Manajer)
- FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Kisah tiga eks-Cakrabirawa asal Purbalingga tentang tragedi 1965 dan hari-hari setelahnya.

- Bersekolah di sekolah inklusi membuat Salma (12 tahun) menemukan kesulitan untuk beradaptasi dengan teman sekelasnya yang berkebutuhan khusus. (*)

- Dinamika komunitas pegiat film dengan pemerintah daerahnya terkait keterbatasan ruang apresiasi film.

- Masyarakat, Sejarah","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[3962],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


