
Mefa Jai Jau Fanai Mera Tofong

Film ini menceritakan kegiatan dan lika-liku karir seorang pelatih atletik di Kota Serui, Kepulauan Yapen, Papua yang bernama Benny Corputty. Baginya, menjadi pelatih atletik adalah panggilan hidup yang spiritual dan dijalani dengan sepenuh hati. Motto hidup Benny Corputty yaitu “mefa jai jau fanai mera tofong” yang berarti “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Motto ini menjadi landasannya dalam membimbing para atlet serta tetap gigih menghadapi hambatan termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dukungan dari pemerintah yang minim untuk mereka. Dengan suara renungan Benny Corputty yang dipadu dengan arsip serta montase stadion Marora tempat para atlet berlatih, film ini membawa penonton untuk merasakan napas juang dan dedikasi para tim atletik di Kota Serui.
Detail Film
- Erick Sutanto (Perekam Suara)
- Joel Christian (Penata Musik)
- Priskila Mambrasar (Produser Lini)
- Romario Rulando (Produser Unit Manajer)
- FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Film ini menampilkan kolaborasi antara pembuat film dengan narasumber-narasumbernya dalam bercerita tentang isu seni dan aktivisme di Indonesia.

- Pengalaman seorang ibu mencoba merawat bayinya dengan kebiasaan Jawa paska gempa 2006 yang berpusat di Bantul, DIY.

- Sang pembuat film menelusuri silsilah keluarga melalui arsip peninggalan kakeknya dan menemukan sejarah keluarga yang dipengaruhi konfilk politik.

- Masyarakat, Sejarah","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[3962],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


