memories/fortress

2020 — 3 menit
abc
Editorial
Rasa kesendirian yang dialami Moses akibat lockdown COVID-19 di London sedikit terobati dengan percakapan via telepon bersama keluarganya di Indonesia.
Trailer Film
Sinopsis

Awal kemunculan COVID-19 di tahun 2021 membuat seluruh negara harus melakukan lockdown. Moses, mahasiswa Indonesia di London menjalani masa lockdown sendirian, berbeda dengan keluarganya yang berkumpul bersama dalam satu rumah di Indonesia. Moses kemudian mengatasi kesunyiannya dengan berbicara melalui telepon bersama keluarganya. Percakapan yang terjadi antara ia dan keluarganya terasa begitu intim: menggambarkan kekhawatiran serta kerinduan antara satu sama lain.

Pemeringkatan Umur

SU

Bahasa Asli

Indonesia

Takarir

English

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

Full HD

Rasio Gambar

4:3

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.K.I. Jakarta

Tim ProduksiMoses Parlindungan Ompusunggu (Produser)Moses Parlindungan Ompusunggu (Penata Gambar)Moses Parlindungan Ompusunggu (Penulis)
    Edisi Festival
    • FFD 2021 — Lanskap | Seleksi Resmi
    • FFD 2020 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2021 — Jakarta Independent Film FestivalBest Documentary
      • 2021 — London Super Short Film FestivalOfficial Selection
      • 2020 — ReelOzInd!Official Selection
      • 2021 — Roma Cinema Doc FestivalOfficial Selection
      Foto Film
      Gaya Dokumenter

      Partisipatoris

      Tema

      Sejarah, Manusia & Masyarakat

      Topik

      COVID-19, Anak Muda, Keseharian, Ruang Pribadi/Publik, Perpindahan

      Mata Pelajaran Relevan

      Sosiologi, Antropologi, Biologi, Sejarah

      Mata Kuliah Relevan

      Sosiologi, Antropologi, Sejarah

      Film dalam set tema yang sama

      • The Nameless Boy

        Diego Batara Mahameru
        Di antara kerumunan orang dan kemarahan, film ini mengajak penonton untuk menilik kembali perkara kemerdekaan berbicara, kekerasan, dan partisipasi dari pantauan sederhana: mata anak kecil.
      • Prison and Paradise

        Daniel Rudi Haryanto
        Bom Bali 12 Oktober 2002 menyisakan perdebatan panjang tentang Islam: Islam pergerakan, Jihad Islam, Bom bunuh diri dan terorisme.(*)
      • Mefa Jai Jau Fanai Mera Tofong

        Erick Sutanto
        “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.

      Tertarik dengan film ini?

      Segera hadir

      Data film ada yang salah/kurang lengkap?

      Ajukan Revisi

      Catatan Pengelola

      Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

      Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].