Pulejajar

2021 — 80 menit
abce
Editorial
Film ini memotret sebuah peristiwa yang melahirkan keterhubungan antara seorang anak dan almarhum bapaknya.
Trailer Film
Sinopsis

Gua Pulejajar memiliki sumber air yang bisa mengatasi krisis kekeringan air di Gunung Kidul. Mengetahui hal tersebut, para relawan pun melakukan aksi pengangkatan air, salah satunya adalah Rubiyanto, seorang warga Desa Jepitu. Echa, mahasiswa antropologi budaya juga turut hadir karena menjadikan gua Pulejajar sebagai bahan penelitiannya. Moment penelitian ini juga membuat Echa menyelami salah satu fragmen kehidupan almarhum bapaknya yang pernah menjadi bagian dari penggerak kegiatan di gua Pulejajar.

Pemeringkatan Umur

13+

Bahasa Asli

Indonesia

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

Full HD

Rasio Gambar

16:9

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.I. Yogyakarta

Rumah Produksi

Emasputih Film

Tim ProduksiLukito Teguh H., Khusnul Khitam (Produser)Dody Diwangkara A., Lukito Teguh H. (Penata Kamera)Khusnul Khitam (Penata Gambar)Hendra Hidayat (Penata Suara)
  • Dany Dwi Anggoro (Ilustrator Musik)
  • Aliyah Sekar Ayu, Hamima Nur Hanifah (Transkrip)
Edisi Festival
  • FFD 2020 — Kompetisi | Seleksi Resmi
Rekam Jejak Festival
  • 2021 — Water Docs Film FestivalOfficial SelectionWater and Community
  • 2020 — Lift Off Global Network SessionsOfficial Selection
Foto Film
Gaya Dokumenter

Partisipatoris

Tema

Politik & Pemerintahan, Alam & Lingkungan

Topik

Air, Ekologi, Sumber Daya Alam, Hak Asasi Manusia, Desa

Mata Pelajaran Relevan

Antropologi, Sosiologi, Biologi

Mata Kuliah Relevan

Antropologi, Sosiologi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fisika

Film dalam set tema yang sama

  • The Day the Voices Raised

    Dian Septi Trisnanti
    Melalui advokasi dan sosialisasi isu pelecehan seksual, angka kasus tidak hanya menjadi data untuk dianalisa melainkan menjadi bahan dasar perubahan.
  • After Multatuli Left

    Yogi D. Sumule
    Menggunakan novel Max Havelaar karya Multatuli sebagai pijakan, film ini melacak warisan sastra bersejarah dan mengamati perubahan kehidupan warga di Lebak, Banten.
  • Bioskop Kita Lagi Sedih

    Bowo Leksono, Heru C. Wibowo
    Bioskop kita adalah salah satu program CLC tiap bulan yang memutar film Purbalingga dan kota-kota lain sebagai pembanding. (*)

Tertarik dengan film ini?

Segera hadir

Data film ada yang salah/kurang lengkap?

Ajukan Revisi

Catatan Pengelola

Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].