
Sang Kolektor

Masykur, remaja Aceh yang giat mengumpulkan manuskrip peninggalan sejarah Aceh sejak tahun 2014. Ia telah mengumpulkan 315 naskah yang diperolehnya dari penduduk kampung sekitar. Ada yang ditemukan di kandang ayam, kotak tua dan karung. Manuskrip-manuskrip tersebut banyak ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Masykur bersama anggota Komunitas Remaja Peduli Sejarah Aceh juga mengkonservasi lalu menyusun manuskrip rusak dalam bentuk katalog. Masykur berharap manuskrip Aceh dapat dilestarikan dan tidak jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Detail Film
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Mbah Tjipto merupakan bukti bahwa semangat dan kecintaan terhadap seni tak mudah tergerus oleh waktu.

- Ojek Lusi menghadirkan cara baru dalam menangkap tragedi kerusakan alam selain dengan cara yang dramatis atau mengharu biru.

- Di salah satu warnet yang ada di Padang Panjang, seorang pria berumur 20-an tahun membawa kamera video untuk merekam aktivitas anak-anak yang masih berumur belasan tahun yang sedang bermain game online.(*)

- Sejarah, Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[1871],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


