
Sorry, the Cinema is Closed
Maaf, Bioskop Tutup

Pada tahun 2000-an, Bioskop Permata dan Bioskop Indra merupakan salah dua dari banyak gedung bioskop ‘kelas dua’ di Yogyakarta yang sedang bersiap gulung tikar. Istilah ‘kelas dua’ merujuk pada bioskop yang menyasar penonton dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang bahkan telah berdiri sejak masa penjajahan Belanda. Bioskop ini menayangkan berbagai film, baik dari Indonesia, ‘Barat’, ataupun Cina. Namun, seiring dengan perubahan kebijakan distribusi dan perkembangan industri penyiaran, masa depan bioskop-bioskop ini kunjung tak pasti. Melalui wawancara dengan pengelola, staf, dan pegawai pemerintah daerah, film ini berupaya menggambarkan masa-masa kejayaan dan akhir dari sejarah panjang bioskop di Yogyakarta.
Detail Film
- Saila M. Rezcan (Manajer Lokasi)
- Dwi Kurniawan (Penata Artistik, Lighting)
- Lolitya Anindhita (Penerjemah)
- Amri Novan, Cahya Purusatama (Asisten Penata Kamera)
- FFD 2010 — Kompetisi | Jury Special Mention
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Monolog seorang anak keturunan India-Tionghoa yang memuat pertanyaan tentang identitas multiras dirinya.

- Ebeg (kuda lumping) tak hanya bentuk kesenian, namun juga simbol atas laku sadar spiritual sekaligus keagamaan.

- Film ini menampilkan kolaborasi antara pembuat film dengan narasumber-narasumbernya dalam bercerita tentang isu seni dan aktivisme di Indonesia.

- Sejarah, Seni, Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[2448],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


