Story Behind the Audience

Menonton Penonton

2014 — 21 menit
Potret atas sisi lain gemerlap industri televisi dalam bingkai agensi dan pekerja profesi penonton bayaran.
Story Behind the Audience
Akses film ini
Sekilas tentang film

Dalam acara ‘Dahsyat’, salah satu program musik pagi populer di Indonesia silam, gemerlap citra televisi tak hanya soal bintang tamu dan artis, tetapi juga penonton bayaran, atau penonton ‘alay’. Atas tribun maupun depan kamera, riuh tepuk tangan, suara, dan wajah penonton ini jadi daya jual tersendiri. Namun di balik gemerlap muncul di layar perak dan bertemu artis, kerja ini bukan perkara mudah. Agensi harus terus mencari orang dari Jakarta dan sekitarnya; memenuhi permintaan televisi. Sementara, ratusan orang penonton harus meluangkan waktu sebelum pekerjaan tetapnya; usaha menambah penghasilan untuk bertahan hidup. Sebuah sisi industri televisi yang jarang terlihat dan tersaksikan dari bangku rumah.

Pemeringkatan UmurSU
Bahasa AsliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarHD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiD.K.I. Jakarta
Rumah ProduksiOde Films
Tim ProduksiDidi Mugitriman, Erfina Oktaviani, Luhki Herwanayogi (Penata Kamera)Luhki Herwanayogi (Penata Gambar)Ardi Wilda Irawan, Shofi Awanis (Periset)
  • Rocky Panditanegara (Pembuat Takarir)
  • Dwi Kurniawan (Produser Unit Manajer)
  • Stefan Harmayu Toghas (Penata Musik)
    Edisi Festival
    • FFD 2014 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2013 — UCIFEST – UMN Animation & Film FestivalOfficial SelectionKompetisi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaMasyarakat, Politik & Kekuasaan
      TopikSistem Ekonomi, Media & Teknologi, Pekerjaan
      Mata Pelajaran RelevanBroadcasting, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanFilm dan Pertelevisian, Komunikasi, Sosiologi

      Referensi yang bisa digunakan

      Film dalam set tema yang sama

      • Yogi D. Sumule
        Menggunakan novel Max Havelaar karya Multatuli sebagai pijakan, film ini melacak warisan sastra bersejarah dan mengamati perubahan kehidupan warga di Lebak, Banten.
      • Darwin Nugraha
        Empat orang pemuda yang tergabung dalam sebuah band diminta oleh seorang pembuat film dokumenter, Leonard Retel Helmrich, untuk membuat musik untuk salah satu adegan dalam film terbarunya. (*)
      • Anggun Pradesha, Rikky M. Fajar
        Perjalanan dari Jambi ke Jakarta ternyata tidak hanya menuntaskan rindu Emak kepada anaknya, Anggun, tetapi juga merupakan proses penerimaan ibu terhadap kondisi anaknya yang tidak lagi sama.