The Dayak Iban Way of Farming

2021 — 12 menit
abcd
Editorial
Dokumenter etnografi mengenai budaya agrikultur petani Dayak yang malah dianggap merusak hutan oleh perusahaan pendatang.
Trailer Film
Sinopsis

Film ini menjelaskan ritual dan sistem berladang masyarakat Dayak Iban yang tinggal di sekitar sungai Utik, Kalimantan Barat. Secara turun temurun, petani Dayak Iban mempraktikkan cara berladang yang memperhatikan kondisi alam. Mereka membuka dan membakar ladang secukupnya. Tanah yang sudah tidak digunakan dibiarkan selama bertahun-tahun agar tanahnya dapat subur kembali. Namun, beberapa masyarakat Dayak Iban ditangkap dan dipenjarakan karena dianggap telah menyebabkan kebakaran hutan – hal yang sebenarnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Kalimantan.

Pemeringkatan Umur

SU

Sutradara

Kynan Tegar

Bahasa Asli

Dayak Iban, Indonesia

Takarir

Bahasa Indonesia

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

4K

Rasio Gambar

2.39:1

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

Kalimantan Barat

Tim ProduksiKynan Tegar (Produser)
    Edisi Festival
    • FFD 2021 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film
      Gaya Dokumenter

      Ekspositoris

      Tema

      Alam & Lingkungan, Politik & Pemerintahan, Manusia & Masyarakat

      Topik

      Perhutanan, Pertanian, Konflik Tanah, Masyarakat Adat, Tradisi

      Mata Pelajaran Relevan

      Seni Budaya, Sosiologi, Antropologi

      Mata Kuliah Relevan

      Kriminologi, Hukum, Pemerintahan, Teknik Pertanian, Kehutanan

      Film dalam set tema yang sama

      • Silent in Boisterous

        Qurrata Ayuni, Geubri Al-Varez
        Di antara keriuhan serta keterdesakan masalah sehari-hari, seorang anak disabilitas bergerak dan merawat cita-citanya sebagai seorang penolong bagi orang lain.
      • Jlegur

        Rendra Bagus Pratama
        Bermodalkan pengetahuan sejarah, Pak Isuardi mencoba mengembangkan alat musik tradisional berpa Jidor, yang diberi nama Jlegur.(*)
      • Don’t Call Me Crazy!

        Kiki Febriyanti
        Suharto dan Rufiana adalah mantan penderita gangguan jiwa yang sembuh setelah menjalani terapi di pesantren Al-Ghatur Bondowoso. (*)

      Tertarik dengan film ini?

      Segera hadir

      Data film ada yang salah/kurang lengkap?

      Ajukan Revisi

      Catatan Pengelola

      Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

      Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].