The Enigma of HeDonism

2020 — 45 menit
abcd
Editorial
Secara ringkas dan padat, film ini seolah-olah hendak memperkenalkan kepada publik tentang sosok Heri Dono–salah satu seniman kontemporer yang paling berpengaruh di ranah seni Indonesia.
Trailer Film
Sinopsis

Film ini mendokumentasikan kehidupan dan perjalanan seni seorang Heri Dono, seniman asal Jakarta yang sekarang berbasis di Jogja. Ia tertarik dengan dunia seni sejak kecil. Ia mengeyam pendidikan di ASRI Jogja dan mengawali karir seni di tahun 1980an. Di film ini, Heri Dono berbagi pemikirannya tentang makna seni serta metodenya dalam berkarya, di mana ia menggunakan perangkat elektronik dan objek temuan yang sudah tidak terpakai. Beberapa karya-karya pentingnya dipresentasikan di sini: Gamelan Goro-Goro (2001), Fermentation of Brain (2015), The Angels Protectors (2020), dan Trokomod (2015). Karya terakhir ini dipresentasikan di Venice Biennale tahun 2015, sebuah pameran seni kontemporer terkemuka di dunia. Film ini juga menyorot Studio Kalahan, studio miliknya yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan instalasi karya-karyanya.

Pemeringkatan Umur

SU

Sutradara

Wimo Bayang

Bahasa Asli

Indonesia

Takarir

English

Detail Film

Warna

Warna

Suara

Stereo

Format Tersedia

Digital File

Resolusi Gambar

Full HD

Rasio Gambar

16:9

Negara Produksi

Indonesia

Provinsi Produksi

D.I. Yogyakarta

Rumah Produksi

Srisasanti Syndicate, Ruang MES56, Studio Kalahan

Distributor

Srisasanti Syndicate

Kontak

network.srisasanti@gmail.com

Tim ProduksiFajar Riyanto (Produser)Aditya Krisnawan (Penata Kamera)Arief Budiman (Penata Gambar)Pandu Maulana, Prima Setiawan, Vandy Rizaldi (Penata Suara)Muhamad Erlangga Fauzan (Penulis)
  • Dani Tanaka (Penata Artistik)
Edisi Festival
  • FFD 2021 — Kompetisi | Dokumenter Panjang Indonesia Terbaik
Foto Film
Gaya Dokumenter

Ekspositoris

Tema

Seni, Politik & Pemerintahan, Sejarah

Topik

Seni Rupa, Pertunjukan Boneka, Arsip, Orde Baru

Mata Pelajaran Relevan

Sejarah, Seni Budaya

Mata Kuliah Relevan

Politik, Sejarah, Filsafat, Hubungan Internasional, Komunikasi, Seni Rupa

Film dalam set tema yang sama

  • No News for Today

    Akademi Arkipel Collective
    Dalam keadaan terbatas di masa pandemi, film hasil kerja-kolektif 40 orang-an ini menjadi wadah komunikasi antar komunitas dalam ambang ketidakpastian momen melalui pertanyaan, “Bagaimana kabar di sana?”.
  • Dhemit Ora Nduit, Setan Ora Doyan

    Rabernir
    Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. (*)
  • Farewell My School

    Ucu Agustin
    Lintang, penderita low vision, sebentar lagi akan lulus dari SLB tempat ia belajar selama 7 tahun. (*)

Tertarik dengan film ini?

Segera hadir

Data film ada yang salah/kurang lengkap?

Ajukan Revisi

Catatan Pengelola

Pengklasifikasian film yang muncul di sini ditentukan oleh tim pengelola database FFD setelah film ditonton dan didiskusikan secara internal.

Apabila menurut Anda, selaku pembuat film di atas, klasifikasi serta data lain yang muncul pada halaman ini kurang tepat, silahkan ajukan revisi melalui tombol ‘Ajukan Revisi’ yang tersedia pada halaman film ini atau hubungi arsip@ffd.or.id dengan judul “Revisi Data – [Judul Film].