Tulang Punggung

2003 — 15 menit
Di antara riuhnya pasar, perempuan lanjut usia bekerja dengan risiko tinggi tanpa perlindungan sebagai buruh gendong, demi memenuhi kebutuhan hidup.
Tulang Punggung
Akses film ini
Sekilas tentang film

Pasar tradisional ramai dengan berbagai macam pekerjaan yang saling beririsan; salah satu mata rantai di dalamnya adalah buruh gendong. Di Pasar Bringharjo Yogyakarta, hadir Ibu Waginah yang bekerja sebagai buruh angkut untuk rute sekitar pasar. Pada 2003 silam, sudah sekitar 30 tahun ia bekerja merantau dari desa ke kota karena sawah miliknya yang tidak begitu luas tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seiring waktu, pasar tak hanya tempat kerja; tempat ini juga menjadi rumah ketika berada jauh dari rumah di desa.

Pemeringkatan UmurSU
SutradaraKisno Ardi
Bahasa AsliJawa
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi Gambar288p
Rasio Gambar4:3
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiD.I. Yogyakarta
Rumah ProduksiKomunitas Matahati
Tim ProduksiKomunitas Matahati (Produser)Yohanes Aditya Sanjaya, Gunawan Iskandar (Penata Kamera)Yohanes Aditya Sanjaya (Penata Gambar)Yohanes Aditya Sanjaya (Penata Suara)Kisno Ardi (Penulis)
  • Komunitas Matahati (Produser Pelaksana)
  • Tafsiyah (Reporter)
  • Gunawan Iskandar (Lighting)
  • Reni Isabella, Puji Hartono (Penata Artistik)
  • Muhammad Hanif (Ahli Properti)
  • Puji Hartono (Paska Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2003 — Kompetisi | Film Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikPekerjaan, Lansia, Migrasi, Sistem Ekonomi
      Mata Pelajaran RelevanBahasa Daerah, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanEkonomi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Relasi spiritual antara masyarakat Dayak dengan ruang di sekitarnya melalui sebuah ritual.
      • Rizkia Tarisa, Rizqa Ananda Mahrani Parisi
        Penyakit talasemia tak hanya berbahaya tetapi juga mengundang berbagai dilema pada penderitanya.
      • Muhammad Andriandino Nugraha
        Media elektronik menjadi alat komunikasi alternatif di masa lockdown COVID-19 di Indonesia.