Koleksi

Seluruh film dokumenter yang tersedia dalam koleksi ini dihimpun dari arsip Festival Film Dokumenter sejak 2002. Setiap informasi yang disajikan dalam setiap film akan terus dilengkapi dan diperbarui secara berkala.

  • Ismail Fahmi Lubis
    Animasi biografi yang menyampaikan kebertahanan hidup, perasaan rindu, dan mimpi seorang pekerja migran.
  • Catur Panggih Raharjo
    Jatuh bangun seorang dalang muda dalam meniti karir serta keuletannya dalam beradaptasi mementaskan wayang di masa pandemi.
  • Erick Sutanto
    “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.
  • Yosua Putra Wisena
    Sebuah diary film tentang kondisi fisik dan mental sebuah keluarga yang mengisolasi diri saat pandemi COVID-19.
  • Taufiqurrahman Kifu
    Dongeng investigatif tentang hubungan buaya dengan manusia yang melegenda di kota Palu, Sulawesi Tengah.
  • Gembong Nusantara
    Bunga sedap malam menjadi saksi senyap pemakaman massal di saat pandemi COVID-19.
  • Eko Fitri Yulyanto
    Hambatan dalam praktik bertani organik termasuk krisis regenerasi dan sertifikasi yang membebani petani.
  • Riani Singgih
    Teguh merespon isu diskriminasi orientasi seksual dengan menggambarkan pasangan gay sebagai pasangan domestik yang manusiawi.
  • Moses Parlindungan Ompusunggu
    Sebuah aktivisme perlindungan hutan adat di Sumatra Utara yang menggandeng partisipasi warga dalam pembuatan filmnya.
  • Annisa Rahmasari
    Testimoni seorang mantan tentara yang turut menjadi korban kekacauan politik 1965.
  • Afifah Putri Hidayah
    Melalui kisah pemintal serta distributor benang, Ngantih bercerita tentang industri tekstil di Tumanggal.
  • Lukman Maulana
    Dokumenter singkat yang mengupas peternakan bebek dengan sistem gembala serta pengolahan telur bebek yang dilakukan sepasang suami istri.
  • Agni Tirta
    Apa itu Teater? Dengan gaya eksperimental, film ini berbicara tentang sejarah Teater Dinazti Jogja dan pendirinya, Fajar Suharno.
    Screenshot film Tale of Time
  • Khusnul Khitam
    Film ini memotret sebuah peristiwa yang melahirkan keterhubungan antara seorang anak dan almarhum bapaknya.
  • Kalvin Toban Palilu
    Potret seorang figur religius yang mempraktikkan cinta kasih dengan bercocok tanam dan merawat lingkungan.
  • Ida Bagus Adi Raditya Pratiyaksa
    Dokumentasi yang menjelaskan satu per satu langkah ritual pemakaman di Bali semasa pandemi COVID-19.
  • Lisa Nurholiza
    Dokumenter yang dibuat oleh keluarga korban tentang ketidakadilan yang merenggut nyawa sang Ayah.
  • Ivonne Kani
    Rentetan montase film ini secara halus menyentil sisi gelap pembangunan nan gemerlap kota metropolitan.
  • Muhamad Ardan Ar’razaq
    Sebuah surat rindu seorang suami akan istrinya, dan sebuah film yang melantunkan kesederhanaan keluarga.
  • Kynan Tegar
    Dokumenter etnografi mengenai budaya agrikultur petani Dayak yang malah dianggap merusak hutan oleh perusahaan pendatang.
  • Fransiscus Magastowo, Muhammad Ismail
    Dokumenter tentang kasih sayang orang tua kepada anak mereka yang melampaui hambatan-hambatan yang ada.
  • Akademi Arkipel Collective
    Dalam keadaan terbatas di masa pandemi, film hasil kerja-kolektif 40 orang-an ini menjadi wadah komunikasi antar komunitas dalam ambang ketidakpastian momen melalui pertanyaan, “Bagaimana kabar di sana?”.
  • Otty Widasari
    Koreografi audio dan visual yang menginterpretasi kembali peradaban masa klasik di Tanah Jawa.
  • Lamtiar Simorangkir
    Potret intim tentang keseharian para tahanan perempuan hamil dan tantangan yang mereka hadapi selama masa tahanan.
    Screenshot film Invisible Hopes