Gubuk Reot di Atas Minyak Internasional

2007 — 16 menit
Pengelolaan sumber daya alam di suatu area acapkali gagal memberikan nilai tambah bagi kehidupan penduduk di sekitarnya. (*)
Gubuk Reot di Atas Minyak Internasional
Sekilas tentang film

Pengelolaan sumber daya alam di suatu area acapkali gagal memberikan nilai tambah bagi kehidupan penduduk di sekitarnya. Desa Wonocolo, di mana 95% warganya hidup sebagai penambang tradisional minyak mentah, masih terjebak pada persoalan-persoalan kemiskinan dan pendidikan. Atas desakan warga Wonocolo, pengelolaan minyak kini dilakukan dan didistribusikan oleh mereka sendiri. Namun persoalan belum selesai; para penambang belum mendapat perlindungan hukum yang dapat menjamin keberlangsungan hidup mereka di masa depan.(*)

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliJawa, Indonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarSD
Rasio4:3
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Timur
Rumah produksiMetroTV
DistributorMetroTV
Tim ProduksiHarry Setiawan (Penata Gambar)F. Adri (Penata Suara)
  • Lianto Luseno (Supervisi Produksi)
  • Suharja Nasrun (Perekam Gambar)
  • Andy F. Noya, Shanty Harmayn (Program Advisor)
  • Kioen Moe, Zakiah (Program Supervisor)
  • Fajrian, Wisnu Surya Pratama (Program Officer)
  • Dwi Indarty (Program Officer Assistant)
    Edisi Festival
    • FFD 2008 — Kompetisi | Dokumenter Pendek Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      TemaAlam & Lingkungan, Politik & Kekuasaan
      TopikKebijakan Pemerintah, Ketidaksetaraan Ekonomi, Pertambangan
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Sosiologi
      Mata kuliah relevanAntropologi, Sosiologi, Hukum, Pemerintahan, Geologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Deden Ramadani
        Dari niatan sekedar membuat kenangan perpisahan angkatan di tahun 2010, film ini memotret usaha dan siasat pelajar SMA menghadapi ujian dengan sistem yang problematis.
      • Dwi Astuti
        Potret pekerja anak dalam industri rambut dan bulu mata palsu di Purbalingga.
      • Andibachtiar Yusuf, Santrianov
        Indonesia kini telah berusaha 65 tahun, usia yang dewasa sebagai sebuah negara.(*)