Ismail Fahmi Lubis

Ismail Fahmi Lubis
Kembali ke Koleksi

Profil

Ismail merupakan salah satu pembuat film dokumenter kawakan di Indonesia. Selepas lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993 dengan studinya di film dan penyutradaraan, di menyutradarai beberapa serial drama Indonesia sebelum fokus ke medium dokumenter di 1998. Sebagai penata kamera, Ismail telah bekerja dengan pembuat film kenamaan termasuk Leonard Retel Helmrich dan Cathy Henkel. Dia juga menjadi tutor dalam Documentary Master Classes di Jakarta International Film Festival (JIFFEST) di 2006 dan 2007.

Ismail telah menyutradarai dua film dokumenter panjang; Masked Monkey – The Evolution of Darwin’s Theory (2014) dan Tarling is Darling (2017). Tarling is Darling diputar perdana di Busan International Film Festival. Dua filmnya tersebut juga diputar di Taiwan International Film Festival di mana Tarling is Darling meraih penghargaan Special Jury Mention di 2018.

Ismail is one of Indonesia’s premiere documentary filmmakers. Upon graduating from Institut Kesenian (Institute of Arts) Jakarta in 1993, majoring in Film and Directing, he directed several Indonesian drama series before switching his focus to documentary in 1998. As a cinematographer, Ismail has worked with notable filmmakers including Leonard Retel Helmrich and Cathy Henkel. He has also worked as a tutor for Documentary Master Classes at the Jakarta International Film Festival (JIFFEST) in 2006 and 2007.

Ismail has directed two feature documentaries; Masked Monkey – The Evolution of Darwin’s Theory (2014) and Tarling is Darling (2017). Tarling is Darling premiered at Busan International Film Festival. Both films screened at the Taiwan International Film Festival with Tarling is Darling winning a Special Jury Mention award in 2018.