Homebound

2022 — 17 menit
Animasi biografi yang menyampaikan kebertahanan hidup, perasaan rindu, dan mimpi seorang pekerja migran.
Homebound
Sekilas tentang film

Dengan bentuk animasi, film ini mengisahkan babak-babak perjalanan hidup Tari Sasha yang mencari nafkah dengan merantau sebagai pekerja migran di Taiwan. Diwawancarai melalui video call, Tari mengungkapkan tantangan bekerja sebagai pekerja migran termasuk eksploitasi yang dialaminya serta diskriminasi di masa isolasi (lockdown) pandemi COVID-19. Di Taiwan, Tari bersosialiasi dengan pekerja migran lainnya dari Indonesia. Salah satu kegiatan mereka adalah menulis bersama dan membuat Komunitas Penulis Kreatif di Taiwan. Selain itu, Tari menelusuri ingatannya tentang keluarganya di Indonesia terutama hubungan dia dengan anaknya yang renggang akibat jarak. Babak cerita diakhiri dengan harapan Tari yang ingin berkumpul dan hidup sederhana dengan keluarganya ketika ia kembali ke Indonesia. Dengan mengombinasikan bentuk animasi dan tradisi dokumenter, film ini menyampaikan secara lirih tentang kebertahanan hidup, perasaan rindu, dan mimpi seorang pekerja migran.

Pemeringkatan UmurSU
Bahasa AsliIndonesia, Jawa, Mandarin
TakarirEnglish, Bahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia, Taiwan
Rumah ProduksiTwo Islands Digital
Tim ProduksiNick Calpackdjian, Mark Olsen (Produser)Ismail Fahmi Lubis (Penata Kamera)Nick Calpackdjian (Penata Gambar)Tari Sasha (Penulis)
  • Yournes Sari (Co-Produser)
  • Sofia Setyorini (Impact Produser)
  • Yuki, Time to Production Taiwan (Narration Producer)
  • Wulang Sunu, Studio Batu (Animation Director)
  • Girgir Samuel Hutagalung (Animator)
  • Vito Adriono (Animation Assistant)
  • Aldrian (Animation Supervisor)
  • Irwan Setiawan (Supervisi Paska Produksi)
  • Alinda Rimaya (Asisten Paska Produksi)
  • Arlo Picasso Enemark (Komposer)
  • Pahlevi Santoso, Lingkar Delapan (Sound Mixing)
    Edisi Festival
    • FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2022 — Bali International Film FestivalBest FilmShort Documentary
      • 2022 — Humans of Film FestivalOfficial SelectionShort Film
      • 2022 — Taiwan Film Festival in AustraliaOfficial SelectionShort Film Competition
      • 2022 — Freedom Film FestivalOfficial SelectionInternational Films
      • 2022 — Tingin Southeast Asian Film FestivalOfficial Selection
      • 2022 — Hanoi International Film FestivalOfficial Selection
      • 2022 — Seoul Indie-AniFestOfficial Selection
      • 2022 — Minikino Film Week – Bali International Short Film FestivalOfficial Selection
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaMasyarakat, Politik & Kekuasaan, Sejarah, Seni
      TopikAnimasi, COVID-19, Migrasi, Pekerjaan, Ketidaksetaraan Ekonomi
      Mata Pelajaran RelevanPendidikan Kewarganegaraan, Antropologi, Sosiologi, Ekonomi, Bahasa Daerah, Seni Budaya, Animasi
      Mata Kuliah RelevanHubungan Internasional, Antropologi, Sosiologi, Komunikasi, Animasi

      Film dalam set tema yang sama

      • Darwin Nugraha
        Katanya Indonesia adalah negara kaya, dan dalam UUD 1945 kekayaan alamnya akan dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.(*)
      • Arfan Sabran, Suparman Supardi
        Ironi dan harapan dunia kesehatan Indonesia dalam kacamata Hj. Rabiah, seorang perawat yang telah membaktikan 28 tahun hidupnya bekerja di pulau terpencil.
      • Lasja Fauzia Susatyo
        Layaknya logam yang memiliki 2 sisi, perempuan Sumba memiliki peranannya tersendiri di tatanan masyarakat.