If…

Tentang Pemutaran
Layar Pinggiran yang merupakan program pemutaran film Pesta Pinggiran kali ini mengangkat tema “Oppressed/or”. Tema ini kami ambil mempertimbangkan situasi genting demokrasi dan HAM di Indonesia. Indonesia, di satu sisi, pernah berada di posisi “oppressed” melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Tetapi, kini, pemerintah Indonesia berbalik menjadi “oppressor” masyarakatnya sendiri.
Harapannya, film-film yang diputarkan di Layar Pinggiran dapat menuntun penonton untuk menjelajah masa lalu dan merefleksikannya dengan situasi saat ini: bagaimana jadinya jika pahlawan-pahlawan Indonesia di masa penjajahan ada di posisi saat ini? Apakah mereka akan dituduh teroris dan pelaku makar karena membela negaranya—seperti yang dialami oleh anak-anak muda dan aktivis Indonesia ini? Bagaimana kemudian bentuk peminggiran dan penindasan yang dialami masyarakat Indonesia saat ini?
Info lebih lanjut: Instagram Pesta Pinggiran
– – –
Tentang Pesta Pinggiran
Pesta Pinggiran adalah biennale gerakan sosial. Festival yang diinisiasi oleh Project Multatuli ini menjadi ruang santai bagi gerakan sosial untuk bersenang-senang sekaligus berbagi cerita, karya, dan ide. Festival ini mengangkat suara dan aksi dari pinggiran ke tengah kota, merayakan dampak kecil maupun besar yang telah tercipta. Melalui kolaborasi dengan kelompok masyarakat sipil, seniman, dan berbagai komunitas, Pesta Pinggiran menjadi wadah bersama untuk berbagi, berjejaring, dan merayakan perubahan.
Pertama kali digelar pada November 2023 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Pesta Pinggiran melibatkan 28 kolaborator, menghadirkan 75 pembicara dan pengisi acara dalam 21 kegiatan tematik, serta menarik lebih dari 4.500 pengunjung. Awal 2026, festival akan kembali hadir dengan tema “Suara Pinggiran, Impian dari Masa Depan”, menghadirkan ruang pertemuan bagi berbagai gerakan untuk merayakan capaian sekaligus merancang langkah-langkah perubahan berikutnya bersama.
Laporan Pemutaran
Pemutaran sesi kedua ini dimulai sesuai jadwal pukul 15.30 WIB, dengan MC memberi pengantar terkait program berikut 4 film dokumenter pendek yang akan diputar, termasuk ‘If… (Seandainya)’. Sebelum film diputar, sejumlah bumper diputar sembari menunggu penonton yang masih mengantri registrasi di luar ruang putar.
Sesi pemutarannya sendiri berjalan dengan lancar dengan ± 85% kapasitas kursi terisi. Meskipun tidak ada diskusi dan beberapa penonton keluar keluar sebelum film terakhir, sebagian besar menonton hingga sesi pemutaran berakhir. Berdasarkan pandangan mata, penontonnya sendiri didominasi oleh anak muda dari 24-35 tahun.


