If…
Seandainya
2019 — 3 menit
Dokumenter animasi mengenai kerinduan seorang anak akan sosok ayahnya yang merupakan seorang pejuang HAM bernama Munir.

Sekilas tentang film
Film ini menceritakan ingatan dan imajinasi seorang anak perempuan tentang sosok ayah yang hilang. Harapan itu merupakan angan milik Diva, anak seorang aktivis HAM bernama Munir yang dibunuh. Melalui tanda-tanda, animasi pendek ini menyampaikan perasaan Diva yang tidak memiliki waktu untuk mengenal ayahnya.
Detail Film
WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarHD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiJawa Timur
Catatan Pengelola
Gaya DokumenterPerformatif
TemaMasyarakat, Politik & Kekuasaan, Seni
TopikAktivisme, Keluarga, Kekerasan, Animasi
Mata Pelajaran RelevanAntropologi, Sosiologi
Mata Kuliah RelevanSastra, Filsafat, Komunikasi, Film dan Pertelevisian, Animasi
Film dalam set tema yang sama
- Monolog seorang anak keturunan India-Tionghoa yang memuat pertanyaan tentang identitas multiras dirinya.

- Perbedaaan karakter tiga orang transgender dengan masalah mereka masing-masing bukan menjadi penghalang untuk tetap menampilkan pertunjukan yang spektakuler di Oyot Godhong Cabaret Show Mirota Batik. (*)

- Media elektronik menjadi alat komunikasi alternatif di masa lockdown COVID-19 di Indonesia.

- Masyarakat, Politik & Kekuasaan, Seni","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[352],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=politik-kekuasaan\" rel=\"tag\">Politik & Kekuasaan<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="64" data-start="1" data-end="3">





