Tour on Mud

Ojek Lusi

2017 — 18 menit
Ojek Lusi menghadirkan cara baru dalam menangkap tragedi kerusakan alam selain dengan cara yang dramatis atau mengharu biru.
Tour on Mud
Akses film ini
Sekilas tentang film

Lusi adalah singkatan dari Lumpur Sidarjo yang menyembur tanpa henti. Bertitik mula di tahun 2006, lokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas meninggalkan semburan lumpur panas. Lumpur itu terus mengalir hingga tahun 2017 menenggelamkan 16 desa dalam 3 kecamatan. Belum lagi perkara ganti rugi yang tak kunjung tuntas. Dalam tragedi tersebut, penduduk sekitar tidak tinggal diam. Mereka memang tidak bisa memberhentikan semburan lumpur, tetapi bukan berarti tidak bisa apa-apa. Dari fenomena lusi, mereka menjadi tukang ojek (‘ngojek’) bagi turis agar dapat lebih dekat ke titik semburan lumpur dengan aman. Di dekat titik tersebut, turis dapat berfoto ria. Selain itu, mereka juga berjualan DVD dengan bermacam isi dan berbagai edisi.

Pemeringkatan umurSU
SutradaraWinner Wijaya
Bahasa asliIndonesia, Jawa
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Timur
Rumah produksiHore Besok Libur, Universitas Multimedia Nusantara
Tim ProduksiAntonius Willson (Produser)Cornelius Kurnia (Penata Suara)
  • Cornelius Kurnia (Perekam Suara)
  • Ando Loekito (Komposer)
    Edisi Festival
    • FFD 2024 — Lanskap | Seleksi Resmi
    • FFD 2017 — Kompetisi | Dokumenter Pendek Terbaik
      Rekam Jejak Festival
      • 2018 — Festival Film IndonesiaOfficial SelectionDokumenter Pendek
      • 2017 — ReelOzInd!Special MentionCompetition
      • 2017 — Festival Film PuskatRuedi Hofmann Media Awards
      • 2017 — UCIFEST – UMN Animation & Film FestivalOfficial SelectionCompetition
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaAlam & Lingkungan, Masyarakat
      TopikPekerjaan, Bencana
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Sosiologi
      Mata kuliah relevanAntropologi, Filsafat, Komunikasi, Pariwisata, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Psikologi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Darwin Nugraha
        Empat orang pemuda yang tergabung dalam sebuah band diminta oleh seorang pembuat film dokumenter, Leonard Retel Helmrich, untuk membuat musik untuk salah satu adegan dalam film terbarunya. (*)
      • Chonie Prysilia, Hizkia Subiyantoro
        Melalui animasi, film ini memvisualisasikan cerita yang cukup enggan dibicarakan oleh perempuan yang sudah menikah perihal anak keturunan, dari sudut pandang mereka sendiri.
      • Gembong Nusantara
        Bunga sedap malam menjadi saksi senyap pemakaman massal di saat pandemi COVID-19.