Eye Lashes

Bulu Mata

2016 — 61 menit
Penggalan kisah kehidupan dari transgender di Aceh.
Eye Lashes
Sekilas tentang film

‘Bulu Mata’ adalah kisah kehidupan transgender pada salah provinsi dengan presentase penduduk beragama Islam terbesar di Indonesia yaitu Aceh. Hidup di daerah yang menolak keberadaannya tentu penuh dengan tantangan. Diskriminasi menjadi hal yang berusaha dilalui dan terus-menerus. Sedari lontaran umpatan dan ejekan saat berada di tempat publik, penolakan dari beberapa kerabat di keluarga, dipersulitnya proses pembuatan kartu identitas, hingga rutinnya razia oleh petugas. Terbatasnya ruang gerak dan ekspresi mendorong mereka menemukan alternatif agar dapat bekerja, berkomunitas, dan memenuhi kebutuhan harian.

Pemeringkatan umur17+
Bahasa asliAceh, Indonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarHD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiAceh
Rumah produksiRumah Dokumenter, Suara Kita
DistributorRumah Dokumenter
Kontakrumahdokumenter@gmail.com
Tim ProduksiTonny Trimarsanto, Hartaya (Produser)Tonny Trimarsanto (Penata Kamera)Tonny Trimarsanto, Dany Prasetya (Penata Gambar)
  • Charlie Meilala (Penata Musik)
  • Citra Agam Syaputra (Penerjemah)
  • Iskandar (Penerjemah)
  • Fransiska Prihadi (Pembuat Takarir)
  • Minikino (Pembuat Takarir)
    Edisi Festival
    • FFD 2016 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2017 — Festival Film IndonesiaBest DocumentaryDokumenter Panjang
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPartisipatoris
      TemaMasyarakat
      TopikSeksualitas & Gender
      Mata pelajaran relevanPendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Psikologi, Sosiologi
      Mata kuliah relevanHukum, Komunikasi, Pemerintahan, Pendidikan Agama, Politik, Psikologi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Bowo Leksono, Heru Catur Wibowo
        Dinamika komunitas pegiat film dengan pemerintah daerahnya terkait keterbatasan ruang apresiasi film.
      • Glanz Dulang, Yesintia Tiku
        Adu kerbau dalam kebudayaan Toraja yang mengalami transisi perspektif yang signifikan.
      • Winner Wijaya
        Ojek Lusi menghadirkan cara baru dalam menangkap tragedi kerusakan alam selain dengan cara yang dramatis atau mengharu biru.