Dhemit Ora Nduit, Setan Ora Doyan

2008 — 11 menit
Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. (*)
Dhemit Ora Nduit, Setan Ora Doyan
Sekilas tentang film

Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. tetapi hal tersebut ditentang keras ole guru agama sebuah sekolah, yang menganggap seni itu dekat dengan syirik.(*)

Pemeringkatan umurSU
SutradaraRabernir
Bahasa asliIndonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarSD
Rasio4:3
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.I. Yogyakarta
Rumah produksiPicture Talks!
DistributorPicture Talks!
Tim ProduksiRabernir (Produser)Rabernir (Penata Kamera)Rabernir, Lin Indrianingsih (Penata Gambar)Rabernir, Lin Indrianingsih (Periset)
  • Maryati (Manajer Produksi)
  • Lin Indrianingsih, Hasna Afixa Lestari (Asisten Produksi)
  • Dedi H. Purwadi (Manajer Lokasi)
  • Susiani, Ida Ismawati, Baharmion (Keuangan & Akuntan)
  • Lin Indrianingsih, Didik Wirawan, Fadillah Y. , Istiardi (Perekam Gambar)
  • Rabernir, Nilam Bari, Heri Kristianto (Penerjemah)
  • Sinang Sri Redjeki, Prayadi (Perekam Suara)
  • Khafidin, Yudi Saryadi, Arum (Lighting)
    Edisi Festival
    • FFD 2008 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterReflektif
      TemaMasyarakat, Seni
      TopikAgama & Kepercayaan, Tari, Tradisi, Pendidikan
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Sejarah, Seni Budaya
      Mata kuliah relevanAntropologi, Sosiologi, Film dan Pertelevisian, Filsafat, Sejarah, Seni Pertunjukan

      Film dalam set tema yang sama

      • Iin Purwanti
        Tarian kehidupan Marie-Christine Mouis bersama Ataxia, penyakit langka yang menyerang saraf motoriknya.
      • Lukman Maulana
        Dokumenter singkat yang mengupas peternakan bebek dengan sistem gembala serta pengolahan telur bebek yang dilakukan sepasang suami istri.
      • Aryo Danusiri
        Dakwah sudah selesai. Kerumunan jemaah masih berkerumun di sekitaran panggung dakwah. (*)