Meski tidak diuntungkan secara ekonomi, sebuah kelompok seni penyandang tunanetra membuat pementasan yang ditayangkan di situs web yang diharap memberi kebahagiaan bagi penontonnya.


Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. tetapi hal tersebut ditentang keras ole guru agama sebuah sekolah, yang menganggap seni itu dekat dengan syirik.(*)


