Ojek Lusi menghadirkan cara baru dalam menangkap tragedi kerusakan alam selain dengan cara yang dramatis atau mengharu biru.


Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. tetapi hal tersebut ditentang keras ole guru agama sebuah sekolah, yang menganggap seni itu dekat dengan syirik.(*)


