Ngantih

2022 — 9 menit
Melalui kisah pemintal serta distributor benang, Ngantih bercerita tentang industri tekstil di Tumanggal.
Ngantih
Akses film ini
Sekilas tentang film

Ngantih, yang berasal dari bahasa Jawa, sama artinya dengan memintal. Film ini mengikuti 3 perempuan lintas usia yang berkegiatan sebagai pemintal benang di Tumanggal, Jawa Tengah. Benang tersebut menjadi bahan utama produk jahit seperti sarung bantal dan selendang. Dikenal berkualitas tinggi, benang Tumanggal diminati dan didistribusikan ke berbagai daerah bahkan negara. Perbincangan di film ini menyentuh aspek perekonomian serta harapan pemintal dan distributor benang Tumanggal.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliIndonesia, Jawa
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Rumah produksiCLC Purbalingga, SMK Darul Abror Purbalingga
DistributorCLC Purbalingga
Kontakfestfilmpurbalingga@gmail.com
Tim ProduksiMufidatul Lailiy (Produser)Erlan Teguh Sudrajat (Penata Kamera)Robi Pangestu (Penata Gambar)Robi Pangestu (Penata Suara)Afifah Putri Hidayah, Erlan Teguh Sudrajat, Robi Pangestu, Fatta Amhar Tsani (Periset)Afifah Putri Hidayah (Penulis)
  • Afifah Putri Hidayah (Produser Lini)
  • Fatta Amhar Tsani (Behind the Scene)
  • Supriono (Kru)
  • Mufidatul Lailiy, Afifah Putri Hidayah (Penerjemah)
    Edisi Festival
    • FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikPekerjaan, Sistem Ekonomi, Lansia, Anak-anak
      Mata pelajaran relevanEkonomi, Kewirausahaan, Prakarya, Seni Budaya
      Mata kuliah relevanEkonomi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

      Film dalam set tema yang sama

      • Dwi Astuti
        Potret pekerja anak dalam industri rambut dan bulu mata palsu di Purbalingga.
      • Rizky Pangestu
        Sebuah kisah keluarga yang bertahan hidup di sebuah daerah yang terisolasi, di mana pendidikan menjadi hal yang sulit dijangkau.
      • Nima Sirait
        Agustin Prasetyawati merupakan satu contoh tuna rungu yang mengalami pemaksaan penggunaan bahasa oral di sekolahnya.(*)