Om Pius, “Ini Rumah Saya, Come the Sleeping…”

2019 — 81 menit
Tafsir mimpi nomor lotere sebagai usaha menerjemahkan kekerasan yang disaksikan di tanah Papua.
Om Pius, “Ini Rumah Saya, Come the Sleeping…”
Akses film ini
Sekilas tentang film

Om Pius adalah lelaki paruh baya asal Yuruf, Keerom, Papua, yang pindah ke Sentani, Jayapura, sejak 1970-an. Pada siang hari, ia bekerja mengurus kebun, sementara malam hari, ketika listrik menyala, ia tekun memprediksi nomor lotere (togel dan shio) lewat tafsir mimpi. Ia percaya bahwa mimpi—seperti tentang kematian, penembakan, pesawat, tentara, hingga perang—dapat diterjemahkan menjadi nomor dan shio lotere. Tafsir yang ia buat cukup dikenal, dan banyak orang berkonsultasi padanya. Namun, jika listrik padam, ia lebih suka bercerita tentang masa lalunya; tentang kekerasan dan peristiwa sejarah yang ia saksikan di tanah Papua.

Pemeringkatan umur17+
SutradaraHalaman Papua
Bahasa asliIndonesia, Papua
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiPapua
Rumah produksiForum Lenteng, Milisifilem Collective, Halaman Papua
Tim ProduksiYuki Aditya (Produser)Alloysius Rahawadan, Bernard Koten, Gelar Agryano Soemantri, Mahardika Yudha (Penata Kamera)Syaiful Anwar, Mahardika Yudha (Penata Gambar)Syaiful Anwar (Penata Suara)
  • Syaiful Anwar (Koreksi Warna)
    Edisi Festival
    • FFD 2019 — Kompetisi | Dokumenter Panjang Terbaik
      Rekam Jejak Festival
      • 2021 — Arkipel – Jakarta International Documentary & Experimental Film FestivalOfficial SelectionCuratorial Program
      • 2019 — Yamagata International Documentary Film FestivalOfficial SelectionNew Asian Currents
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaPolitik & Kekuasaan, Sejarah
      TopikKekerasan, Orde Baru, Sistem Ekonomi, Migrasi
      Mata pelajaran relevanPendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Sosiologi
      Mata kuliah relevanAntropologi, Film dan Pertelevisian, Komunikasi, Psikologi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Erick Sutanto
        “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.
      • Devy Kurnia Alamsyah
        Selama berpuluh-puluh tahun sebuah nisan tak bernama berdiri tegak di Selopanggung -sebuah daerah kecil di Jawa Timur.(*)
      • Hafiz Rancajale
        Film ini menampilkan kolaborasi antara pembuat film dengan narasumber-narasumbernya dalam bercerita tentang isu seni dan aktivisme di Indonesia.
        Screenshot film DOLO