The Myriad of Faces of the Futures Challengers

Segudang Wajah Penantang Masa Depan

2022 — 91 menit
Sinema Indonesia di era Orde Baru dipakai untuk mempertahankan narasi pemerintah, membatasi suara oposisi, dan menciptakan musuh imajiner. Pertanyaannya, apakah sinema bisa melampaui sensor ketat untuk mengungkap keresahan zaman itu?
The Myriad of Faces of the Futures Challengers
Akses film ini
Sekilas tentang film

Selama Orde Baru (1966-1998) di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, sinema Indonesia mencetak nama-nama besar yang masih dibicarakan hingga kini. Pada masa itu, sensor ketat mengatur narasi di layar, memastikan sudut pandang oposisi hanya muncul dari perspektif pemerintah. Sinema dipakai untuk menjaga ancaman bahaya laten—musuh imajiner yang dikonstruksi rezim. Di tengah kontrol ini, muncul pertanyaan: bisakah sinema mengungkap keresahan zamannya dan mengangkat hal-hal yang tabu dibicarakan?

Pemeringkatan umur13+
Bahasa asliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna & Hitam Putih
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarHD
RasioMix
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.K.I. Jakarta
Rumah produksiForum Lenteng
DistributorForum Lenteng
Kontakforumlenteng@gmail.com
Tim ProduksiHafiz Rancajale (Produser)
  • Robby Ocktavian (Sound Mixing)
  • Luthfan Nur Rochman (Produser Eksekutif)
  • Dini Adanurani (Penerjemah)
  • Volta Janneva (Desainer Grafis)
    Edisi Festival
    • FFD 2022 — Lanskap | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2023 — International Film Festival RotterdamOfficial SelectionCinema Regained
      • 2022 — Singapore International Film FestivalOfficial SelectionUndercurrent
      • 2022 — Festival Film IndonesiaOfficial SelectionFilm Dokumenter Panjang
      • 2022 — EXiS Experimental Film and Video FestivalOfficial Selection
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaSejarah, Seni
      TopikArsip, Film & Video, Orde Baru
      Mata pelajaran relevanSejarah, Sosiologi, Antropologi
      Mata kuliah relevanAntropologi, Film dan Pertelevisian, Sejarah, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Moses Parlindungan Ompusunggu
        Rasa kesendirian yang dialami Moses akibat lockdown COVID-19 di London sedikit terobati dengan percakapan via telepon bersama keluarganya di Indonesia.
      • Heru Catur Wibowo, Bowo Leksono
        Menceritakan aktivitas biduan dan kesehariannya yang dihadapi saat mereka bekerja sebagai biduan dangdut dan anggung tempat mereka beraksi serta lingkungan mereka.(*)
      • Aryo Danusiri
        Dakwah sudah selesai. Kerumunan jemaah masih berkerumun di sekitaran panggung dakwah. (*)