Di antara riuhnya pasar, perempuan lanjut usia bekerja dengan risiko tinggi tanpa perlindungan sebagai buruh gendong, demi memenuhi kebutuhan hidup.


Tak ada sehelai daun pun yang identik, bahkan pada pohon yang sama sekalipun. Tiap helai daun memiliki ruas tulang daunnya sendiri, tapi helai tercipta dengan unik, apalagi manusia. Dipertaruhkannya seluruh miliknya demi membela sebuah jiwa.(*)


