Melalui elemen pengambilan dan penataan gambar, film ini mengajak penonton, tak hanya untuk melihat keseharian nelayan, namun juga turut serta hidup di kapalnya.


Seni dan tradisi mengalami masa-masa sulit, para tetua seni merasa perlu ada regenerasi. tetapi hal tersebut ditentang keras ole guru agama sebuah sekolah, yang menganggap seni itu dekat dengan syirik.(*)


