
The Enigma of HeDonism

Film ini mendokumentasikan kehidupan dan perjalanan seni seorang Heri Dono, seniman asal Jakarta yang sekarang berbasis di Jogja. Ia tertarik dengan dunia seni sejak kecil. Ia mengeyam pendidikan di ASRI Jogja dan mengawali karir seni di tahun 1980an. Di film ini, Heri Dono berbagi pemikirannya tentang makna seni serta metodenya dalam berkarya, di mana ia menggunakan perangkat elektronik dan objek temuan yang sudah tidak terpakai. Beberapa karya-karya pentingnya dipresentasikan di sini: Gamelan Goro-Goro (2001), Fermentation of Brain (2015), The Angels Protectors (2020), dan Trokomod (2015). Karya terakhir ini dipresentasikan di Venice Biennale tahun 2015, sebuah pameran seni kontemporer terkemuka di dunia. Film ini juga menyorot Studio Kalahan, studio miliknya yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan instalasi karya-karyanya.
Detail Film
- Dani Tanaka (Penata Artistik)
- FFD 2021 — Kompetisi | Dokumenter Panjang Indonesia Terbaik
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Testimoni seorang mantan tentara yang turut menjadi korban kekacauan politik 1965.

- Ksatria Sembrani adalah sebuah film dokumenter yang mengangkat kebudayaan Jawa yang dipelopori anak-anak desa Sorobayan. (*)

- Film rumahan adalah potret jujur dan spontan tentang suatu zaman yang jauh dari kekangan konstruksi sejarah negara.

- Sejarah, Seni","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[319],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=sejarah\" rel=\"tag\">Sejarah<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


