Tarian Kehidupan

Salman adalah remaja yang berada di masa akhir SMP. Ia tinggal di daerah Kota Sabulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kampong Buluh Dori dengan ayahnya sebagai orangtua tunggal. Di umurnya yang terhitung muda, ia telah memikirkan berbagai cara mengatur diri untuk dapat melengkapi kebutuhan rumah, dirinya kini, dan dirinya di masa yang akan datang terkhusus bangku SMA. Sekolah jenjang berikut yang diinginkannya merupakan sekolah unggulan yang memerlukan serangkaian biaya pendaftaran. Dengan sekelumit keadaan itu, ia mengisi waktu hariannya dengan bekerja sebagai pendodos sawit, pekerja cuci motor-mobil (doorsmer), dan aktif dalam kelompok tari tradisional bernama Sanggar Tari Group Andelas di Aceh. Di antara kesibukan itu, kewajibannya sebagai pelajar tetap ditekuni meski terkadang waktu terlanjur larut dan badan terlalu lelah.
Detail Film
- Sayid Firyal Ramzy (Supervisi Lokasi, Project Officer)
- Andri Saputra (Produser Lini)
- Irza Ulya, Aried Riyadi (Spesialis Produksi)
- Aried Riyadi (Desainer Grafis)
- FFD 2018 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Film rumahan adalah potret jujur dan spontan tentang suatu zaman yang jauh dari kekangan konstruksi sejarah negara.

- Media elektronik menjadi alat komunikasi alternatif di masa lockdown COVID-19 di Indonesia.

- Testimoni seorang mantan tentara yang turut menjadi korban kekacauan politik 1965.

- Masyarakat, Seni","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[359],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":["<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>","<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=seni\" rel=\"tag\">Seni<\/a>"]}]}" data-page="1" data-max-pages="56" data-start="1" data-end="3">





