I am Not Toraja
Aku Bukan Toraja

Upacara kematian yang kerap disebut Rambu Solo’ merupakan ritual penting dalam masyarakat Toraja. Salah satu bagian Rambu Solo’ adalah gelaran adu kerbau atau Mapasilaga Tedong. Rambu Solo’ ataupun Tedong Silaga bagi sebagian besar masyarakat dipandang sebagai kegiatan turun-temurun—sebuah warisan yang telah mencoba beradaptasi dengan peraturan, norma, dan cara hidup dari masa ke masa, namun ada juga yang menganggap adu kerbau sebagai tempat berjudi belaka. Di antara peternak/penggelar, penonton/pengawas, dan tokoh adat/agama, kegiatan ini tetap berjalan dalam menemukan makna-makna yang lebih sesuai.
Detail Film
- Imel Novrianti, Trisna Haryani (Co-Sutradara)
- Belo Tarran (Supervisi Produksi)
- Join D. Tombokan, Frederick Sirupa (Supervisi Produksi)
- Adriana Pongtiku, Satria Banne Rara (Produser Lini)
- Alvrianna Ratanna (Manajer Produksi)
- Indah Sapan, Grechelia Sitoe (Manajer Lini Produksi)
- FFD 2018 — Kompetisi | Seleksi Resmi
- 2017 — Toraja Film FestivalBest DocumentaryKategori Peserta Khusus
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Irama Betawi, sebuah kelompok ondel-ondel, yang mempertahankan pertunjukkan sebagai mata pencaharian di Jakarta.

- Radio Rimba Raya yang berada dalam hutan belantara Aceh (Gayo) memiliki peranan penting pada masa revolusi fisik 1948-1949.(*)

- Aturan dan praktik penegakan sekolah yang problematik atas perilaku menyontek.

- Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[364],"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":"<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"}]}" data-page="1" data-max-pages="52" data-start="1" data-end="3">





