Niqab: We are Not Different

2017 — 21 menit
Pernyataan, "Bukan kami yang berbeda, tapi kalian yang membedakan", dalam film ini merupakan ajakan untuk berpikir tentang pilihan, perbedaan, dan prasangka.
Niqab: We are Not Different
Akses film ini
Sekilas tentang film

Pengguna Niqab di Indonesia kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif. Hal sederhana seperti pilihan berpakaian dengan memakai Niqab seringkali memantik pikiran negatif yang berujung kepada pengucilan. Rini Hidayat, seorang ibu rumah tangga, dan Ummi Kalsum, mahasiswi, adalah dua perempuan yang diwawancarai perihal suka-duka memakai Niqab dalam keseharian. Cerita dua perempuan tersebut menjelaskan alasan, tujuan, dan permasalahan riil yang ada—suatu hal yang kasat dari mata apabila terlanjur penuh prasangka.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliBima, Indonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.I. Yogyakarta
Tim ProduksiGhina Rahimah (Produser)Muhammad Syahiddan Abdillah (Penata Kamera)Ghina Rahimah (Penata Gambar)Dipa Kurnia Abhinawa (Penata Suara)Ghina Rahimah, Dipa Kurnia Abhinawa (Periset)Dipa Kurnia Abhinawa (Penulis)
  • Setiawan "Bregas" (Penerjemah)
  • Rio Aristia (Pembuat Takarir)
    Edisi Festival
    • FFD 2018 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2018 — Solo Documentary Film FestivalBest DocumentaryKategori Mahasiswa
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaMasyarakat
      TopikAgama & Kepercayaan, Isu Perempuan, Identitas
      Mata pelajaran relevanSosiologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Antropologi, Pendidikan Agama
      Mata kuliah relevanAntropologi, Pendidikan, Filsafat, Sosiologi

      Referensi yang bisa digunakan

      Film dalam set tema yang sama

      • Ardi Wilda Irawan
        Potret atas sisi lain gemerlap industri televisi dalam bingkai agensi dan pekerja profesi penonton bayaran.
      • Gerry Alidin, M. Rafi Akbar
        Film ini mengisahkan tentang seorang siswa SMA, Sabrina Rahma dan kecintaannya terhadap dunia tari.
      • Kiki Febriyanti
        Suharto dan Rufiana adalah mantan penderita gangguan jiwa yang sembuh setelah menjalani terapi di pesantren Al-Ghatur Bondowoso. (*)