
Eye Lashes
Bulu Mata

‘Bulu Mata’ adalah kisah kehidupan transgender pada salah provinsi dengan presentase penduduk beragama Islam terbesar di Indonesia yaitu Aceh. Hidup di daerah yang menolak keberadaannya tentu penuh dengan tantangan. Diskriminasi menjadi hal yang berusaha dilalui dan terus-menerus. Sedari lontaran umpatan dan ejekan saat berada di tempat publik, penolakan dari beberapa kerabat di keluarga, dipersulitnya proses pembuatan kartu identitas, hingga rutinnya razia oleh petugas. Terbatasnya ruang gerak dan ekspresi mendorong mereka menemukan alternatif agar dapat bekerja, berkomunitas, dan memenuhi kebutuhan harian.
Detail Film
- Charlie Meilala (Penata Musik)
- Citra Agam Syaputra (Penerjemah)
- Iskandar (Penerjemah)
- Fransiska Prihadi (Pembuat Takarir)
- Minikino (Pembuat Takarir)
- FFD 2016 — Kompetisi | Seleksi Resmi
- 2017 — Festival Film IndonesiaBest DocumentaryDokumenter Panjang
Catatan Pengelola
Film dalam set tema yang sama
- Eksplorasi reaksi para ibu di Indonesia terhadap tato permanen pada tubuh putri mereka, mengungkap ketegangan budaya dan perspektif yang beragam di balik pilihan tersebut.

- Sebuah diary film tentang kondisi fisik dan mental sebuah keluarga yang mengisolasi diri saat pandemi COVID-19.

- Kehadiran patung Bunda Maria, disebut Tuan Ma sudah menjadi penting dalam kehidupan masyarakat Larantuka selama lebih dari 500 tahun.(*)

- Masyarakat","number":"3","randomSeedTtl":"1","no_found_rows":true,"post_status":"publish","paged":1,"post__not_in":[921],"update_post_meta_cache":false,"update_post_term_cache":false,"tax_query":[{"taxonomy":"tema","field":"name","terms":"<a href=\"https:\/\/filmdokumenter.id\/?taxonomy=tema&term=masyarakat\" rel=\"tag\">Masyarakat<\/a>"}]}" data-page="1" data-max-pages="1" data-start="1" data-end="3">


