Teguh merespon isu diskriminasi orientasi seksual dengan menggambarkan pasangan gay sebagai pasangan domestik yang manusiawi.


Perjalanan seorang maupun sekelompok pembarang yang rela menjadikan hari-harinya di pinggir jalan dengan tujuan mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menghibur masyarakat.(*)


