Ebeg Lovers

Ebeg Sejoli

2023 — 15 menit
Ebeg (kuda lumping) tak hanya bentuk kesenian, namun juga simbol atas laku sadar spiritual sekaligus keagamaan.
Ebeg Lovers
Sekilas tentang film

Ebeg adalah bentuk kesenian daerah Jawa Banyumasan. Meski mirip dengan seni kuda lumping, perbedaan terletak pada sejarah, kostum, dan lantunan ritus yang khas Banyumasan. Seni ebeg popular dengan adanya bentuk kesurupan (wuru) antar penampil atau, bahkan, penonton. Oleh karena itu, aspek spiritual penampil harus terus dilatih agar siap; terasah lewat laku keagamaan sehari-hari.

Praktik ebeg tergolong popular di area Banyumasan, tampak melalui tingginya minat dari berbagai kalangan: tua atau muda. Salah duanya adalah Febri dan Puspa, sepasang sejoli yang masih duduk di bangku SMA. Keduanya jatuh cinta pada seni ebeg. Mereka terus berlatih; menempa keselarasan antar indang (makhluk astral) masing-masing.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliJawa, Indonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Rumah produksiHika Production, CLC Purbalingga
Tim ProduksiAnggriani Agustin Puspitasari (Produser)Riski Denis Saputra (Penata Kamera)Muhammad Taufik (Penata Gambar)Kartika Tri Wardani, Riski Denis Saputra, Muhammad Taufik (Periset)Kartika Tri Wardani (Penulis)
  • Muhammad Taufik (Behind the Scene)
    Edisi Festival
    • FFD 2023 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaSeni, Masyarakat
      TopikAgama & Kepercayaan, Anak Muda/Remaja, Tari, Tradisi
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Seni Budaya
      Mata kuliah relevanAntropologi, Pariwisata, Seni Pertunjukan

      Film dalam set tema yang sama

      • Dhihan Hanifa Putra
        Dengan gaya tutur yang sederhana, film ini memotret sebuah zaman mudik yang menggunakan pilihan yang kini telah dilarang pemerintah Indonesia: truk.
      • Afifah Putri Hidayah
        Melalui kisah pemintal serta distributor benang, Ngantih bercerita tentang industri tekstil di Tumanggal.
      • Wawan Sumarno
        Tak ada sehelai daun pun yang identik, bahkan pada pohon yang sama sekalipun. (*)