Bagi Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan akan lingkungan, 16 tahun setelah tsunami NTT 1992, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndate seluas 23 ha. (*)


Di Padang, setiap harinya segerombolan sapi digiring ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk mencari makan. Tempat tersebut menjadi rumah, bermain, dan kawin di tengah aktivitas pekerja sampah. Sapi-sapi ini menghabiskan waktunya di tempat pembuangan. Dan kalau mereka beruntung mereka bisa pulang ke kandang.


