Friendship in Diversity

Berteman dengan Perbedaan

2013 — 22 menit
Bersekolah di sekolah inklusi membuat Salma (12 tahun) menemukan kesulitan untuk beradaptasi dengan teman sekelasnya yang berkebutuhan khusus. (*)
Friendship in Diversity
Sekilas tentang film

Bersekolah di sekolah inklusi membuat Salma (12 tahun) menemukan kesulitan untuk beradaptasi dengan teman sekelasnya yang berkebutuhan khusus. Tidak mudah baginya untuk menjalin hubungan pertemanan dengan anak-anak yang memiliki perbedaan secara mental dan fisik. Namun, setelah Salma mengenal lebih dalam teman-temannya, dia mulai menghargai arti perbedaan ini. Selain Salma menjadi makin dewasa menjalani kehidupannya. (*)

Pemeringkatan UmurSU
SutradaraBudiyanto
Bahasa AsliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarSD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiD.I. Yogyakarta
Rumah ProduksiEagle Institute Indonesia
Kontakbudiyanto_25@yahoo.com
Tim ProduksiWeldy Handoko (Produser)Dewis (Penata Gambar)Budiyanto, Isdiyono, Dwitya Sobat Ady Darma (Penulis)
  • Esa Hari Akbar, Budiyanto (Perekam Gambar)
  • Endah W Sulistianti (Manajer Program)
  • Apriliani Laras Shinta, Syahrir Akbar (Produser Lini)
  • Trias Handaning, Rhajez (Administrasi)
  • Tri Wahyuni (Penerjemah)
    Edisi Festival
    • FFD 2013 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPartisipatoris
      TemaMasyarakat
      TopikAnak-anak, Disabilitas, Pendidikan
      Mata Pelajaran RelevanPendidikan Kewarganegaraan, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanPendidikan, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Kedokteran

      Film dalam set tema yang sama

      • Daniel Rudi Haryanto
        Film hasil produksi tujuh tahun ini mendalami proses rekonsiliasi dan geliat hidup keluarga pelaku dan korban Bom Bali 1.
      • Pahlawan Bimantara
        Film ini merekam ritual ibadah yang dijalankan oleh penganut aliran rohani Sapta Dharma.
      • Erick Sutanto
        “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.