Intiong (India-Tionghoa)

2013 — 7 menit
Monolog seorang anak keturunan India-Tionghoa yang memuat pertanyaan tentang identitas multiras dirinya.
Intiong (India-Tionghoa)
Akses film ini
Sekilas tentang film

Gabriella, si pembuat film, adalah seorang anak keturunan India-Tionghoa. Ia memiliki kegelisahan dan kebingungan mengenai identitas dirinya yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya yang berbeda. Pembentukan identitas diri kerap terbentur dengan ekspektasi sosial yang ada. Film singkat ini adalah langkah pembuat film untuk menjawab permasalahan identitas multiras yang tersemat pada dirinya.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarHD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.K.I. Jakarta, Banten
Rumah produksiW.O.T Productions, Universitas Multimedia Nusantara
Kontakgabrielle.meloni@gmail.com
Tim ProduksiSherly Susanto, Gabriella Dhillon, Gabriell Prabu (Penata Gambar)
  • Sherly Susanto, Putri Amalia (Perekam Gambar)
  • Iffah Khairunissa (Penerjemah)
    Edisi Festival
    • FFD 2013 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPerformatif
      TemaMasyarakat
      TopikIdentitas, Keluarga
      Mata pelajaran relevanPendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Antropologi, Sosiologi
      Mata kuliah relevanPendidikan Agama, Antropologi, Sosiologi, Hubungan Internasional

      Referensi yang bisa digunakan

      Film dalam set tema yang sama

      • B.W. Purba Negara, Fajar Nugroho
        Bercerita tentang kesetiaan para seniman kethoprak Balekambang Surakarta dalam mempertahankan seni tradisi di tengah arus besar pergeseran budaya yang terus berubah. (*)
      • J. Hendry Noerman
        Melalui animasi dan narasi reflektif, Identity secara konsisten menyodorkan suatu pertanyaan yang mengusik: apakah identitas benar merupakan jaminan kebebasan?
      • Citra Melati
        Eksplorasi reaksi para ibu di Indonesia terhadap tato permanen pada tubuh putri mereka, mengungkap ketegangan budaya dan perspektif yang beragam di balik pilihan tersebut.