Mine

Galian C

2016 — 14 menit
Usaha tambang, bila tidak dijalani sesuai prosedur dan dengan kepekaan terhadap alam, maka akan menuai konflik horizontal serta kerusakan lingkungan.
Mine
Sekilas tentang film

Tambang galian C atau galian golongan C adalah penambangan yang tidak termasuk bahan galian strategis ataupun galian vital. Tambang jenis ini kerap ditemui di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Film ini mendatangi empat sosok untuk mencari titik terang tentang isu tambang. Sosok tersebut ialah H. Sujono, pengelola tambang galian C di Desa Toyareja; Saryono, pengelola tambang galian C di Desa Bumisari; Lulu Bayuaji, pengelola tambang galian C manual di Desa Karanggedang, dan Sutrimo Wibowo, Kepala Desa Jatisaba. Kunjungan kepada sosok di atas menunjukkan adanya berbagai ragam dan masalah dalam tambang galian C yang bergantung kepada kondisi area pelaksanaan.

Pemeringkatan umurSU
SutradaraWely Alfian
Bahasa asliIndonesia, Jawa
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Tim Produksi
  • Wely Alfian (Produser Lini)
    Edisi Festival
    • FFD 2016 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaAlam & Lingkungan, Masyarakat
      TopikPertambangan, Kebijakan Pemerintah
      Mata pelajaran relevanGeografi, Kewirausahaan, Pendidikan Kewarganegaraan, Sosiologi
      Mata kuliah relevanHukum, Kehutanan, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Pemerintahan, Politik

      Film dalam set tema yang sama

      • Erick Sutanto
        “Mefa jai jau fanai mera tofong” atau “jangan namaku disanjung tapi teruskanlah perjuanganku”. Renungan karir seorang pelatih atletik yang menggambarkan atmosfer kegiatan tim atletik di Kota Serui, Papua.
      • Lita Andiyani
        ‘Swara Kalbu’ adalah usaha Lita Andiyani untuk merangkum suara hati yang terkendala komunikasi verbal dalam keluarga, terutama antara ibu dan anak-anaknya.
      • Icha Feby Nur Futikha
        Tiga orang Tionghoa merefleksikan kebijakan yang dihadapinya saat Orde Baru.