The Call of the Crater

Jalan Pulang

2015 — 30 menit
Melalui film ini kita akan dibawa melihat serangkaian prosesi ritual Keo'Rado untuk menemukan jawaban dibalik tindakan Yohana Veronica Mole melompat ke Danau Kelimutu.
The Call of the Crater
Sekilas tentang film

26 Februari 2010, Yohana Veronica Mole, seorang gadis asal Bajawa, mengakhiri hidupnya di Danau Kelimutu. Yuliana, ibu korban, menceritakan kronologis kematian anaknya. Rasa duka dan sedih kembali menyelimutinya setelah melihat foto almarhumah, video rekaman pengangkatan jenazah anaknya, serta rekaman ritual adat Keo’Rado. Ritual itu dilakukan untuk menelusuri alasan Yohana mengakhiri hidupnya dan menjauhkan keluarga yang ditinggalkan dari peristiwa serupa.

Pemeringkatan umur21+
Bahasa asliIndonesia, Bajawa
TakarirEnglish, Bahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
RasioMix
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiNusa Tenggara Timur
Rumah produksiLimazua Project, Universitas Multimedia Nusantara
Tim ProduksiAngellin Wijaya (Produser)Ignasius Loyola Weamole Somalinggi (Penata Kamera)Ignasius Loyola Weamole Somalinggi, Angellin Wijaya (Penata Gambar)Irfan Ramadhan, Martin Handi Tio, Adhitya Indrayuana (Penata Suara)Angellin Wijaya, Ignasius Loyola Weamole Somalinggi (Periset)
  • Angellin Wijaya, Ngiso Agustinus, Bill Boleng, Markus (Transkrip)
  • Angellin Wijaya, Ngiso Agustinus, Velina Iskandar, Annita (Pembuat Takarir)
    Edisi Festival
    • FFD 2015 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2015 — Malang Film FestivalBest DocumentaryDokumenter Pendek Mahasiswa
      • 2015 — VIVA Film FestivalOfficial SelectionReligious
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPartisipatoris
      TemaMasyarakat
      TopikMasyarakat Adat, Tradisi, Keluarga
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Sejarah
      Mata kuliah relevanAntropologi, Sejarah

      Film dalam set tema yang sama

      • Wawan Sumarno
        Tak ada sehelai daun pun yang identik, bahkan pada pohon yang sama sekalipun. (*)
      • Rahung Nasution
        Film ini menggali tradisi titi, seni tato khas Mentawai yang lebih dari sekadar hiasan tubuh. Titi adalah warisan spiritual yang menghubungkan manusia dengan alam dan kepercayaan leluhur Arat Sabulungan. Melalui tinta alami yang menyatu dengan kulit, film ini menghidupkan kembali identitas dan jiwa budaya Mentawai.
      • Kisno Ardi
        Cerita masyarakat dukuh Jelok, Gunung Kidul yang menggabungkan olahraga voli, animisme, dan dinamisme, demi menang turnamen.