Penderes and Pengidep

Penderes dan Pengidep

2014 — 30 menit
Kehidupan yang keras, kemiskinan yang diam, hal ini dijalani tanpa pilihan oleh seorang penderes dan seorang pengidep.
Penderes and Pengidep
Akses film ini
Sekilas tentang film

Ritme kehidupan sepasang buruh industri rumahan yang bahu-membahu menghidupi keluarga mereka. Sang suami bekerja sebagai penderes (pengambil nira kelapa), sementara sang istri menjadi pengidep (pembuat bulu mata). Penghasilan mereka tak seberapa, tetapi kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi. Film ini dengan lembut menggambarkan kerasnya kehidupan mereka berdua.

Pemeringkatan umurSU
SutradaraAchmad Ulfi
Bahasa asliJawa
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Rumah produksiPapringan Pictures, SMAN 1 Kutasari Purbalingga
DistributorCLC Purbalingga
Kontakfestfilmpurbalingga@gmail.com
Tim ProduksiYudhi Fiansyah (Produser)Lutfi Utami (Penata Kamera)Achmad Ulfi (Penata Gambar)Achmad Ulfi, Melyana, Lutfi Utami (Periset)Melyana (Penulis)
  • Achmad Ulfi (Produser Lini)
    Edisi Festival
    • FFD 2014 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
      Rekam Jejak Festival
      • 2014 — Festival Film IndonesiaOfficial SelectionDokumenter
      • 2014 — Malang Film FestivalBest FilmDokumenter Pelajar
      • 2014 — Festival Film PurbalinggaDokumenter Favorit PenontonDokumenter Pelajar
      • 2014 — Festival Film Pelajar JogjaAudience's FavoriteKompetisi Dokumenter
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaMasyarakat, Politik & Kekuasaan
      TopikKeluarga, Ketidaksetaraan Ekonomi, Sistem Ekonomi, Pekerjaan
      Mata pelajaran relevanAntropologi, Sosiologi, Ekonomi, Kewirausahaan
      Mata kuliah relevanAntropologi, Sosiologi, Ekonomi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

      Film dalam set tema yang sama

      • Lucky Gunawan
        Cosplay, fenomena dari penggemar kostum tokoh animasi Jepang, menariknya lagi para cosplay tidak hanya berasal dari kalangan remaja saja, namun juga dikalangan orang orang yang sudah berusia lanjut dengan beragam profesi.(*)
      • Samuel Paul Manurung
        Ulasan fandom seperti pengalaman suka-duka akibat prasangka orang awam, pemahaman tentang budaya Jepang, dan hubungan antar kelompok penggemar.
      • Kartika Tri Wardani
        Ebeg (kuda lumping) tak hanya bentuk kesenian, namun juga simbol atas laku sadar spiritual sekaligus keagamaan.