Selama berpuluh-puluh tahun sebuah nisan tak bernama berdiri tegak di Selopanggung -sebuah daerah kecil di Jawa Timur.(*)


Bagi Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan akan lingkungan, 16 tahun setelah tsunami NTT 1992, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndate seluas 23 ha. Baba Akong juga meregenerasi kelompok usahanya menjadi 41 kelompok dengan 2000 orang anggota.(*)


