Silence in the Shadow

Marganing Gesang

2022 — 29 menit
Jatuh bangun seorang dalang muda dalam meniti karir serta keuletannya dalam beradaptasi mementaskan wayang di masa pandemi.
Silence in the Shadow
Akses film ini
Sekilas tentang film

Bagi Waluyo, mendalang bukan sekadar pekerjaan biasa tapi hal yang dijalani dengan ulet dan dijiwai. Tidak adanya jaminan maupun dukungan dari pemerintah untuk dalang-dalang dalam bertahan hidup di masa pandemi COVID-19 membuat Waluyo sempat putus asa dan beralih pekerjaan. Namun, dengan keinginan yang kuat dan bantuan teman-temannya, Waluyo kembali mendalang. Ia berinovasi membuat pementasan wayang daring/virtual dengan lakon humoris serta mendidik yang terinspirasi dari topik pandemi. Melalui Waluyo, film ini mencerminkan perkembangan dunia wayang yang menyesuaikan dengan keadaan sosial di sekitarnya.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliIndonesia, Jawa
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.I. Yogyakarta
Rumah produksiMentari Project, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
DistributorMentari Project
Kontakarifakhairianti@gmail.com
Tim ProduksiArifa Khairianti (Produser)Catur Panggih Raharjo (Penata Kamera)Aziz Suryo (Penata Gambar)Ilham Rakan Dhawi (Penata Suara)
  • Danang Aji (Produser Unit Manajer)
  • Isna Rohman, Herwin Ardhi (Asisten Penata Kamera)
  • Cahya Kalathida (Penata Musik)
  • Himawan Nur (Fotografer)
  • Rokhmatullah Julyanto (Asisten Penata Gambar)
  • Aziz Suryo (Koreksi Warna)
  • Ki Sugito Ha Es, Salsabilla Raki Aria (Penerjemah)
  • Muhammad Iqbal (Desain Poster)
  • Lumina Studio, Noise Lab Audio Post (Paska Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2022 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaSeni, Masyarakat, Sejarah
      TopikAnak Muda/Remaja, Tradisi, COVID-19, Media & Teknologi, Seni Pertunjukan
      Mata pelajaran relevanSeni Budaya, Broadcasting, Sejarah, Sosiologi
      Mata kuliah relevanFilm dan Pertelevisian, Komunikasi, Seni Pertunjukan, Seni Musik, Sejarah

      Film dalam set tema yang sama

      • Ibrahim Hanif
        Irama Betawi, sebuah kelompok ondel-ondel, yang mempertahankan pertunjukkan sebagai mata pencaharian di Jakarta.
      • Wawan Sumarno
        Tak ada sehelai daun pun yang identik, bahkan pada pohon yang sama sekalipun. (*)
      • Arfan Sabran, Andi F. Azzahra
        Potret dampak keputusan pemerintah daerah terhadap satu keluarga nelayan di Makassar.