The Day the Voices Raised

Angka Jadi Suara

2017 — 22 menit
Melalui advokasi dan sosialisasi isu pelecehan seksual, angka kasus tidak hanya menjadi data untuk dianalisa melainkan menjadi bahan dasar perubahan.
The Day the Voices Raised
Akses film ini
Sekilas tentang film

Pada 2017, Komite Buruh Perempuan (KBP) di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, melanjutkan advokasi untuk para pekerja perempuan. Titik pusat advokasi ini adalah perlawanan terhadap tindak pelecehan seksual yang masih dianggap sebagai kebiasaan wajar di lingkungan kerja. Dalam perjalanannya, KBP menjaring kasus, testimoni, serta melakukan mediasi dan dialog dengan pihak petinggi. Film yang diproduksi oleh Federasi Buruh Lintas Pabrik ini memotret perjalanan KBP, termasuk pertemuan dengan korban dan dampak traumatis yang disebabkan dari kasus pelecehan seksual yang terjadi.

Pemeringkatan Umur17+
Bahasa AsliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiD.K.I. Jakarta
Tim ProduksiAri Widiastari, Kurniati (Penata Kamera)Manik Wijil Sadmoko (Penata Gambar)Aditya Trisnawan (Penata Suara)
  • Krisnaji Iswandani (Editor Online)
  • Guruh A. Riyanto, Adam, Tazia Teresa (Penerjemah)
    Edisi Festival
    • FFD 2017 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikAktivisme, Isu Perempuan, Pekerjaan
      Mata Pelajaran RelevanPendidikan Kewarganegaraan, Psikologi, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanKriminologi, Pemerintahan, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Ignasius Loyola Weamole Somalinggi
        Melalui film ini kita akan dibawa melihat serangkaian prosesi ritual Keo'Rado untuk menemukan jawaban dibalik tindakan Yohana Veronica Mole melompat ke Danau Kelimutu.
      • Kisno Ardi
        Di antara riuhnya pasar, perempuan lanjut usia bekerja dengan risiko tinggi tanpa perlindungan sebagai buruh gendong, demi memenuhi kebutuhan hidup.
      • Jason Iskandar
        Di tengah maraknya isu intoleransi, film ini menghadirkan sudut pandang yang tak terduga, mengajak penonton untuk melihat ulang narasi keberagaman di Indonesia.