Kampung Tudung

2013 — 15 menit
Sejak jaman nenek moyang, Desa Grujugan dikenal sebagai pengrajin tudung (topi anyaman bambu) terbesar di Kebumen. (*)
Kampung Tudung
Sekilas tentang film

Sejak jaman nenek moyang, Desa Grujugan dikenal sebagai pengrajin tudung (topi anyaman bambu) terbesar di Kebumen. Sehingga masyarakat hingga kini menyebutnya sebagai Kampung Tudung. (*)

Pemeringkatan umurSU
SutradaraYuni Etifah
Bahasa asliIndonesia, Jawa
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Rumah produksiBelum Bikin Production, SMKN 1 Kebumen, Taman Belajar Multimedia Sangkanparan
Kontaksangkanparan2002@yahoo.com
Tim ProduksiInsan Indah Pribadi (Produser)Lia Budi Cahyani (Penata Gambar)Yuni Etifah (Penulis)
  • Fita Fatimatul Kirom, Ahmad Wahidin (Perekam Gambar)
  • Ira Cucu Cidar (Asisten Perekam Gambar)
  • Umi Laelatun Nafi’ah, Akhmad Nawawi (Technical Support)
  • Ahmad Wahidin (Penata Artistik)
  • Sasmito Adi Atmono (Ilustrator Musik)
  • Studio Sempit Sangkanparan (Paska Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2013 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikSistem Ekonomi, Pekerjaan, Tradisi
      Mata pelajaran relevanSeni Budaya, Prakarya, Desain, Kewirausahaan, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi
      Mata kuliah relevanAntropologi, Sosiologi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Ekonomi

      Film dalam set tema yang sama

      • Ikmal Gopi
        Radio Rimba Raya yang berada dalam hutan belantara Aceh (Gayo) memiliki peranan penting pada masa revolusi fisik 1948-1949.(*)
      • Emanuel Thome Hayon, Mikhael Yosviranto
        Bagi Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan akan lingkungan, 16 tahun setelah tsunami NTT 1992, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndate seluas 23 ha. (*)
      • Afifah Putri Hidayah
        Melalui kisah pemintal serta distributor benang, Ngantih bercerita tentang industri tekstil di Tumanggal.