240BPM++

2019 — 51 menit
Dinamika pemusik organ tunggal yang menjadi salah satu bagian dari sejarah perkembangan musik di Indonesia.
240BPM++
Akses film ini
Sekilas tentang film

Film diawali dengan suara musik remix khas organ tunggal milik Mirwan, salah satu ‘Ranger’ organ tunggal asal Tulang Bawang Barat, Lampung yang memainkan musik house sebagai pilihan repertoar. Melawan stigma negatif masyarakat, Mirwan belajar dan membangun karier organ tunggal hingga menjadi ranger terkemuka di daerahnya.

Pemeringkatan Umur17+
Bahasa AsliIndonesia, Jawa
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio GambarMix
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiLampung, D.I. Yogyakarta
Rumah ProduksiPiring Tirbing, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Tim ProduksiBagas Oktariyan Ananta (Produser)Aditya Krisnawan, Bagas Oktariyan Ananta (Penata Gambar)
  • Adanu Husein (Asisten Penata Gambar)
  • Arda Awigarda (Ilustrator)
  • Eleonora A. Yuanita (Pembuat Takarir)
    Edisi Festival
    • FFD 2019 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaSeni, Masyarakat
      TopikMusik, Pekerjaan, Media & Teknologi
      Mata Pelajaran RelevanSeni Budaya, Antropologi
      Mata Kuliah RelevanSeni Musik, Antropologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Yuni Etifah
        Sejak jaman nenek moyang, Desa Grujugan dikenal sebagai pengrajin tudung (topi anyaman bambu) terbesar di Kebumen. (*)
      • Citra Melati
        Eksplorasi reaksi para ibu di Indonesia terhadap tato permanen pada tubuh putri mereka, mengungkap ketegangan budaya dan perspektif yang beragam di balik pilihan tersebut.
      • Chonie Prysilia, Hizkia Subiyantoro
        Melalui animasi, film ini memvisualisasikan cerita yang cukup enggan dibicarakan oleh perempuan yang sudah menikah perihal anak keturunan, dari sudut pandang mereka sendiri.